
Jika kamu adalah seseorang yang sudah menjadi orangtua, apa reaksimu saat melihat dan tahu anakmu terluka parah? Di Gaza, sakit dan luka tidak berhenti hanya karena seseorang sedang berada di tengah pengungsian. WHO melaporkan bahwa kebutuhan kesehatan di Gaza masih sangat besar, sementara kapasitas sistem kesehatannya terbatas. Kekurangan obat-obatan, perlengkapan medis, bahan bakar, dan fasilitas kesehatan yang dapat berfungsi membuat banyak warga harus berjuang mendapatkan pertolongan ketika mereka sakit atau terluka.

Bagi seorang ibu yang melihat anaknya demam, seorang ayah yang terluka, atau lansia yang membutuhkan obat, bantuan kesehatan bukan sekadar pertolongan biasa. Ia bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan dan mempertahankan harapan untuk terus bertahan. Di tengah keterbatasan tersebut, bantuan berupa obat-obatan, perlengkapan medis, pemeriksaan, hingga dukungan layanan kesehatan menjadi sangat berarti bagi warga yang membutuhkan.

WHO juga mencatat bahwa pada awal 2026, ketersediaan obat-obatan esensial di Gaza masih berada dalam kondisi kritis, dengan 51% obat esensial dilaporkan berada pada kondisi stok kosong. Hampir seluruh rumah sakit di Gaza juga mengalami kerusakan, sementara hanya sebagian yang masih dapat beroperasi secara terbatas. Karena itu, kepedulian kita hari ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu menghadirkan layanan dan kebutuhan medis bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang.

Mari jangan biarkan mereka menghadapi sakit dan luka seorang diri. Sisihkan sebagian rezeki terbaik untuk membantu menyediakan kebutuhan kesehatan bagi warga Palestina yang membutuhkan. Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, semoga dapat menjadi jalan hadirnya obat, perawatan, dan harapan bagi mereka. Klik “Donasi Sekarang” dan bersama-sama hadirkan bantuan kesehatan untuk Palestina.
Karena Kita Saudara.
Informasi & Konfirmasi Donasi
Whatsapp Center: 08123 2011 55
![]()
Belum ada Fundraiser