Kasihpalestina.com – Seorang jurnalis adalah mata dan suara dari sebuah peristiwa. Di Gaza, peran itu punya risiko yang lebih besar dan sangat mengancam keselamatan. Setiap tulisan yang kita baca dan berita yang kita tonton ada perjuangan seorang jurnalis di medan berbahaya untuk menyampaikan realitas di Gaza kepada kita yang jauh dari sana. Jurnalis Gaza sama menderitanya dengan orang lain di Gaza. Pakaian anti peluru bertuliskan “Press” dan helm yang mereka gunakan pun tak menjamin mereka untuk menjadi orang yang paling aman di tengah genosida.
Kenyataannya sejak 7 Oktober 2023, sebanyak 232 orang jurnalis di Gaza telah syahid (gdd.org). Ini bukan sekadar angka, tapi ada jiwa-jiwa yang pergi meninggalkan luka bagi keluarga dan orang sekitar yang ditinggalkan. Baru-baru ini, 5 orang jurnalis di Gaza syahid setelah serangan udara di dekat rumah sakit Al-Shifa yang terjadi pada 10 Agustus 2025. Salah satu korbannya adalah koresponden Al Jazeera bernama Anas Al-Sharif. Beliau adalah salah satu jurnalis yang paling terkemuka yang sering kita dengar liputannya tentang Gaza di sosial media.

Karena Anas Al-Sharif, kita jadi tahu apa yang sedang terjadi di Gaza. Keberaniannya telah membuka mata dunia bahwa Gaza sedang berada di tengah genosida berbahaya yang tak hanya mengancam orang biasa tapi juga dirinya.
baca juga: dari pembangunan hingga kehancuran, perjalanan masjid istiqlal indonesia
Ia rela terpisah dari keluarganya demi menghabiskan waktunya untuk memberitakan kebenaran tentang situasi yang ada di Gaza. Kita memang tidak mengenalnya, tapi melalui liputannya kita jadi tahu siapa pahlawan yang ada di garis terdepan Gaza untuk memberitakan situasi di sana kepada kita.
Kini, kita telah kehilangan salah satu mata dan suara Gaza yang selalu menyebarkan kebenaran yang sebenarnya terjadi di sana. Kepergian para jurnalis di Gaza menjadi bukti bahwa genosida di Gaza tidak pilih-pilih orang. Semua orang yang berada dan telah menginjakkan kakinya di Gaza seakan tinggal menunggu gilirannya. Karena senjata zionis bisa menyasar mereka kapan saja tanpa mengenal siapa mereka.