Indonesia Gak Bisa Diam Lihat Perut Warga Gaza Kurus Kering

Kasihpalestina.com – Coba hitung ada berapa banyak orang di Gaza yang badannya sehat dan berisi. Pasti kita lebih sering melihat di media sosial warga Gaza yang kurus dan kelaparan, bukan? Berbeda dengan di Indonesia, kita masih bisa makan setiap hari dengan sumber pangan yang masih dengan mudah kita temui di mana-mana. Sedangkan di Gaza, mereka harus berpuasa karena tak ada sesuap makanan pun yang bisa mereka makan.

Anak-anak menangis kelaparan berharap ada sesendok makanan yang masuk ke dalam tubuhnya dan Ibu-ibu di Gaza berharap bisa masak sesuatu di dapur untuk keluarganya. Para petani di Gaza juga ingin kembali becocok tanam sayur dan buah segar untuk dimakan dan mencari keuntungan. Nyatanya, seikat sayuran dan sepotong buah pun tak ada di piring mereka. 

Bantuan sayur dan buah dari Indonesia diterima keluarga di Gaza. Dokumentas: Kasih Palestina.

Bukannya mereka tidak suka sayur dan buah, tapi mereka tak punya uang untuk beli itu semua karena semakin mahal dan langka. Pertanian di Gaza lumpuh tak ada satu pun yang tumbuh. Lebih dari 80% lahan pertanian di Gaza rusak (FAO, April 2025) sehingga tak ada sayur dan buah. Bencana kelaparan pun menerpa 641.000 warga Gaza, Khan Younis dan Deir Al-Balah (IPC, Agustus 2025).

Bagi warga Indonesia, membantu kebebasan Palestina adalah sebuah amanah. Kita tidak pernah bisa tenang melihat saudara di Gaza kelaparan dengan tubuh kurus kering, hanya tulang berbalutkan kulit. Meskipun jauh, peluk hangat Indonesia untuk Gaza selalu hadir lewat bantuan yang disalurkan oleh tim Kasih Palestina. Salah satunya, bantuan buah dan sayur yang sampai ke Jalur Gaza bagian utara pada tanggal 20 September 2025.

Penyaluran bantuan sayur dan buah dari Indonesia untuk Gaza. Dokumentas: Kasih Palestina.

Sepaket sayuran berisikan kentang, tomat, timun, bawang, kubis, terong, wortel dan paprika telah diterima oleh 100 keluarga (500 orang) di lokasi penyaluran. Ini adalah bantuan prioritas karena mudah diolah untuk memenuhi gizi saudara kita di Gaza yang berhari-hari kelaparan. Meskipun lahan pertanian banyak yang rusak, bantuan ini hadir dari petani dan pemasok lokal yang masih punya akses sayur dan lahan yang terbatas.

Terima kasih sahabat, sudah berjuang untuk Gaza. Semoga dari satu kebaikan ini Allah lipatgandakan menjadi 700 pahala untukmu.  Melalui bantuan ini, tumbuh harapan bagi keluarga di Palestina agar bisa memenuhi gizinya dan  mengembalikan roda perekonomian mereka.