Kasihpalestina.com – Ketika orang-orang dari negara lain menjalani Ramadhan dengan penuh suka cita, di Palestina menjalani Ramadhan dengan penuh derita. Mungkin ketika berbuka puasa kita punya berbagai jenis hidangan di atas meja makan, namun buka puasa di Gaza hanya ada dua pilihan yaitu, antara makan seadanya atau harus melanjutkan puasanya lebih lama karena tak punya makanan sedikit pun untuk membatalkan puasa.
Ketika Ramadhan di negara lain dijalani dengan penuh kehangatan dan kedamaian, di Palestina justru orang-orang menggigil di balik sehelai tenda pengungsian yang sudah robek dan basah karena berkali-kali diterpa badai dan hujan. Belum lagi, perang di kawasan Timur Tengah juga memengaruhi saudara kita di Palestina. Jalur vital sebagai pintu masuk bantuan ke Gaza sempat lumpuh total hingga 3 Maret 2026 jalur Kerem Shalom telah dibuka kembali.
Memang ya, bulan Ramadhan itu penuh berkah dan kenikmatan. Dibukanya jalur bantuan menjadi nafas lega untuk saudara kita yang menderita di Gaza. Bagi mereka jalur itu bukan sekadar gerbang, tapi juga pembawa harapan yang terang. Salah satu harapan yang mereka tunggu-tunggu adalah sepaket makanan hangat untuk berbuka puasa. Alhamdulillah, tahun ini kebaikanmu kembali hadir menghangatkan saudara kita di bulan Ramadhan ini.

Bertepatan dengan hari ke-12 bulan Ramadhan tahun ini, pada tanggal 1 Maret 2026, sebanyak 800 paket makanan hangat yang bernutrisi telah menghangatkan perut 800 orang penerima manfaat yang telah seharian berpuasa. Kali ini bantuan makanan hangat darimu disalurkan di Kamp Pengungsian Abu Mazid yang berada di dalam Kamp Pengungsian Al-Magazhi di wilayah tengah Jalur Gaza.
Sepaket makanan hangat itu disiapkan dengan penuh cinta oleh tim Kasih Palestina. Mereka saling bekerja sama untuk memasak makanan buka puasa itu di Dapur Al-Barakah yang berlokasi di Kota Deir Al-Balah. Setiap paket bantuan makanan hangat yang menemani buka puasa saudara kita di Gaza berisi makanan lengkap yang meliputi 350 gram nasi, 150 gram daging dan air minum serta kurma sebagai pelengkap berbuka puasa.

Bantuan ini tentunya disambut dengan penuh rasa syukur oleh saudara kita di Gaza yang telah bertahun-tahun hidup dengan penuh keterbatasan, dan semakin diperparah oleh perang kawasan Timur Tengah. Bantuan dari menghangatkan dan menerangi harapan mereka di Ramadhan ini. Hadirnya makanan berbuka puasa yang hangat ini menjadi pelengkap kesyahduan bulan Ramadhan yang dingin ini.
Terima kasih ya sahabat atas nikmat bulan Ramadhan yang kamu bagi untuk saudara kita di Palestina. Semoga kebahagiaan mereka atas hidangan hangat berbuka puasa yang kamu beri menjadi pahala untukmu yang nilainya berkali lipat dan setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.