Kronologi Bencana Longsor Cisarua dan Kesedihan yang ditinggalkan

Kasihpalestina.com – Malam itu, orang-orang yang sedang beristirahat mengira itu hanya hujan lebat biasa. Mereka kembali tidur sambil ditemani suara gemericik air  dan udara sejuk yang masuk lewat ventilasi rumahnya. Namun, siapa sangka kalo salah satu nikmat dari Tuhan itu ternyata tanda-tanda bencana alam yang membangunkan mereka dari tidurnya. Seketika bencana longsor datang. Orang-orang saling membangunkan satu sama lain dan berlarian ke tempat yang sekiranya lebih aman.

Hujan lebat terjadi pada 22 Januari 2026 di Cisarua, Bandung Barat selama dua hari berturut-turut. Pada tanggal 24 Januari 2026 dini hari, bencana longsor besar terjadi dan menggulung pemukiman Desa Pasirlangu. Bencana alam ini mungkin kehadirannya tidak disangka-sangka oleh warga sekitar. Hingga hari ke-11 bencana longsor, Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 85 jenazah, 27 orang masih hilang dan 48 unit rumah rusak parah akibat bencana longsor Cisarua.

Saat itu, hujan turun sangat deras tanpa henti dan membasahi tanah. Seakan langit sedang bersedih dan menangis meluapkan seluruh emosinya. Lama kelamaan, tanah yang sudah tua dan rapuh itu menjadi semakin lembek karena tak kuat lagi menampung air yang begitu banyak. Sehingga banyak retakan kecil di dalamnya dan air masuk ke celah-celah itu. Akibatnya, tekanan air di dalam tanah naik, lerengnya kalah kuat dan lumpur meluncur menimpa semua yang ada di bawahnya.

Bencana Longsor Cisarua. Dokumentasi: kompas.com

Rumah, jalanan dan semuanya tertutup lumpur. Orang-orang terbangun panik dan berlarian dalam gelap. Dalam hitungan detik, malam yang tenang berubah menjadi riuh penuh tangis dan teriakan minta tolong. Mereka mencari pertolongan ke sana ke mari, agar terhindar dari bahaya bencana alam yang menimpa. Tapi bingung mana dulu yang harus diselamatkan.

Saudara kita di Cisarua kini kehilangan keluarga dan rumahnya. Mereka yang rumahnya rusak dan berada di zona rawan bencana longsor telah mengungsi di tempat yang lebih aman seperti rumah kerabat atau keluarga. Namun, setelah situasi sudah aman, bagaimana mereka membangun kembali rumahnya dan hidup normal seperti sebelum bencana alam menimpa mereka?

Sahabat doakan mereka yuk semoga semuanya segera membaik. Bagi mereka yang ditinggal keluarga atau kerabatnya atas kejadian bencana longsor di Cisarua ini, agar diberikan ketabahan dan kekuatan serta mereka yang telah pergi diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Bagi yang kehilangan harta benda, semoga segera diganti dengan yang lebih baik oleh Allah SWT.

 

Bencana alam ini menjadi pengingat agar kita bisa terus menjaga lingkungan kita dengan baik dan mempersiapkan diri untuk segala takdir yang akan menimpa kita.