Kasihpalestina.com – Seorang Ibu dan anaknya ditemukan sedang berpelukan dan meninggal dunia terbawa arus tanah longsor dan banjir Sumatra. Sedangkan ada seorang ayah yang masih mencari anak dan istrinya yang tak tahu keberadaannya. Entah terbawa arus banjir dan syahid, atau sedang berada di tempat lain dan saling mencari. Saatnya lihat ke Sumatra di mana tanah longsor dan banjir bandang menyapu kehidupan mereka.
Sejak 24 November 2025, hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Sumatra menyebabkan tanah longsor dan banjir yang menyapu Provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Air keruh bercampur lumpur dan gelondongan batang pohon menggulung semua yang dilewatinya sehingga banjir Sumatra meninggalkan duka mendalam bagi Indonesia di akhir tahun ini.
Penyebab Banjir Sumatra
Penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra adalah kombinasi antara faktor alam dan aktivitas manusia (Universitas Gadjah Mada, 2025). Berikut penjelasannya:
- Faktor Alam
Siklon tropis senyar di Selat Malaka menjadi pemicu hujan ekstrim. Saat itu, seolah langit menumpahkan seluruh airnya. BMKG bahkan mencatat curah hujan harian lebih dari 300 milimeter di beberapa wilayah di Sumatra Utara pada puncak kejadiannya.
- Aktivitas Manusia
Hutan Sumatra yang dulu menjadi penyangga alam Indonesia, kini perlahan hilang dan tergantikan oleh bentang lahan yang tak mampu menahan derasnya hujan sehingga menyebabkan banjir Sumatra. Hutan-hutan itu kini rusak, terutama di kawasan hulu daerah tangkapan air. Analisis Greenpeace yang merujuk pada data Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa sepanjang 1990–2024, sebagian besar hutan alam di Provinsi Sumatra Utara telah berubah menjadi perkebunan sawit, lahan pertanian kering, dan hutan tanaman industri.

Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor Sumatra
Korban banjir dan tanah longsor Sumatra dilaporkan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB adalah sebanyak 836 orang meninggal dunia, 518 masih hilang dan luka-luka sebanyak 2.600 orang. Korban banjir Sumatra telah memengaruhi sekitar 3,3 juta jiwa dan 50 kabupaten di wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah terdampak. Bencana tanah longsor dan banjir Sumatra menjadi saksi bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Alam sedang tak bersahabat dan beralih fungsinya.
Bangunan dan fasilitas publik pun hancur tersapu oleh tanah longsor dan banjir bandang ini yang menyebabkan kerusakan:
- 299 jembatan rusak
- 129 rumah ibadah terdampak
- 9 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan
- 323 fasilitas pendidikan rusak
- 3.600 rumah rusak berat
- 2.100 rumah rusak sedang
- 3.700 rumah mengalami kerusakan ringan
Bantu Sumatra lewat Donasi Online di Kasih Palestina

Apa yang terjadi di Sumatra adalah duka kita semua sebagi warga negara Indonesia. Saudara kita ingin segera pulih dan bangkit dari bencana ini. Mereka punya kehidupan yang ingin dibangun kembali dengan aman dan nyaman di Sumatra. Oleh karena itu, sedikit darimu bisa jadi pengaruh besar untuk mereka.
Tanpa harus pergi langsung ke Sumatra, kita bisa sama-sama bantu mereka dari kejauhan melalui donasi online di Kasih Palestina. Ini bukan seberapa besar effort dan jumlah bantuan yang kamu berikan. Tapi seberapa besar dampak dan arti yang kamu berikan untuk saudara kita yang menjadi korban banjir Sumatra.
Salurkan donasi online terbaikmu di Kasih Palestina untuk saudara yang terdampak banjir Sumatra!
