Kasihpalestina.com – Seseorang di Gaza mengikat batu bata dengan tali di perutnya. Ini adalah cara orang-orang di zaman dulu yang harus Ia lakukan lagi untuk meredakan rasa lapar. Tidak ada tepung, roti, gula, susu untuk mengisi perutnya. Bahkan sebuah tomat dan ketimun adalah kemewahan dan sebuah mimpi yang ingin digapai tapi sulit. Mereka sudah berhari-hari tidak punya roti dan apa pun untuk dimakan.
Sebelum genosida, rumah mereka tak pernah kekurangan makanan sedikit pun. Mereka makan tiga kali sehari seperti orang lain pada umumnya. Makan siang adalah waktu untuk berkumpul. Sedangkan, malam hari di musim dingin rumahnya dipenuhi aroma sup lentil. Banyak momen tercipta dari makan bersama, tapi sekarang makanan hanya tinggal kenangan. Kini, mereka tidur dengan lapar.

Berdasarkan Menteri Kesehatan Gaza, sebanyak 159 warga Palestina dan 90 di antaranya adalah anak-anak dan balita yang syahid karena malnutrisi dan dehidrasi sepanjang genosida (Aljazeera, 2025). UNICEF juga melaporkan 3 dari 5 anak di Gaza Utara mengalami malnutrisi akut (Aljazeera, 2025). Kelaparan di Gaza menyebar seperti kanker yaitu perlahan, diam dan tanpa belas kasihan sedikit pun.
Makanan adalah jantung bagi Gaza. Bahkan bisa makan sepotong roti pun adalah impiannya. Oleh karena itu, Kasih Palestina hadir menyampaikan amanah dari Indonesia pada 20 September 2025, berupa 700 ikat roti untuk 700 keluarga di Gaza Utara. Roti ini adalah impian warga Gaza yang sulit untuk digapai berhari-hari bahkan dalam hitungan bulan. Tapi karena ikhtiar kita, roti impian ini bisa sampai ke saudara kita di Gaza.

Roti-roti ini bukan diproduksi langsung dari Indonesia. Tapi roti ini diproduksi di toko roti lokal yang masih bertahan dengan keterbatasan dan dukungan suplai khusus agar tetap bisa beroperasi dan menghasilkan roti yang hangat dan segar. Setelah selesai, ada tim Hayat Yolu yang mengemas dan menyampaikan roti-roti ini kepada keluarga penerima manfaat agar bisa segera disantap saat masih hangat.
Kasih Palestina dan saudara kita di Gaza mengucapkan terima kasih atas kebaikan para sahabat yang terus berdatangan di tengah kondisi Gaza yang penuh ketegangan. Ikhtiar ini akan terus kita lakukan untuk meringankan beban dan memberikan asupan yang bergizi dan cukup untuk saudara kita di Gaza yang sedang berjuang. Semoga sepotong roti yang kamu kirimkan ke Gaza juga menghadirkan beribu kebaikan untukmu di dunia dan akhirat.