Ramadhan bulan berkah dan penuh ampunan yang selalu dinantikan kedatangannya. Terdapat banyak keistimewaan bulan Ramadhan yang disebutkan jelas dalam Al-Qur’an. Berikut 10 keutamaan Bulan Ramadhan.
1. Ramadhan Bulan Berkah
Bulan Ramadhan tidak hanya dipandang sebagai periode penuh pahala dan pengampunan dosa, melainkan juga membawa keberkahan dalam berbagai aspek kehidupan. Keberkahan Ramadhan dapat terlihat melalui peningkatan dalam berbagai bidang seperti ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, dan aspek lainnya.
“Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu. Saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan dibelenggu, dan pada malam itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Ahmad).
2. Ramadhan Bulan Penuh Ampunan
Setiap orang pernah melakukan kesalahan, namun janganlah kehilangan harapan. Allah, yang Maha Pengampun dosa, akan menghapus dosa-dosa hamba-Nya yang menjalani puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan berharap akan mendapatkan pahala dari-Nya.
“Barang siapa yang beribadah puasa Ramadhan karena penuh keimanan dan berharap pahala dari Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Shalat wajib 5 waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadan, Allah akan menghapus dosa-dosa di antara waktu tersebut selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim).
3. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Apabila terdapat keinginan yang belum tercapai dalam hidupmu, tidak perlu ragu untuk meminta pada Allah. Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang berdoa, terutama di bulan Ramadhan yang dianggap sebagai waktu yang sangat baik untuk berdoa. Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa setiap muslim yang berdoa dengan tekun setiap harinya selama bulan Ramadhan.
“Tiga orang yang doanya tidak ditolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terdzolimi.” (HR. At Tirmidzi).
“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan doa maka pasti dikabulkan.” (HR. al-Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma Az Zawaid mengatakan bahwa perawi hadis ini tsiqah atau terpercaya).
4. Setan dan Jin Dibelenggu
Dalam hadits sebelumnya juga dijelaskan bahwa pada bulan Ramadhan, setan-setan dan jin mengalami pembatasan gerak. Ini adalah salah satu keistimewaan bulan Ramadhan yang memungkinkan kita untuk beribadah dengan lebih baik dan dalam suasana yang lebih kondusif.
Merujuk Rumaysho, Al Qodhi ‘Iyadh menjelaskan terbelenggunya setan-setan dan jin sebagai tanda masuknya bulan Ramadan merupakan gambaran betapa mulianya bulan tersebut. Orang-orang akan lebih terdorong melakukan kebaikan dan lebih mudah menghindari maksiat.
5. Pintu Surga Dibuka dan Pintu Neraka Ditutup
Di samping menjadi bulan yang penuh dengan berkah dan pengampunan bagi umat Muslim, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan yaitu pintu-pintu surga terbuka dan pintu neraka tertutup. Hal ini menunjukkan bahwa Allah memberikan kesempatan luas bagi para hamba-Nya untuk memasuki surga dengan melakukan ibadah selama bulan Ramadhan.
“Jika awal Ramadan tiba, maka setan-setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup.” (HR. Tirmidzi).
6. Orang-Orang Dibebaskan dari Neraka
Bulan Ramadhan dianggap sebagai waktu yang dipenuhi berkah dan pengampunan bagi umat Muslim, dengan terbelenggunya setan-setan. Mereka yang merencanakan untuk melakukan perbuatan jahat disarankan untuk menahan diri atau mengurungkan niat tersebut. Secara tersirat, hal ini menunjukkan pembebasan individu dari ancaman masuk neraka karena mereka menjauhi keinginan untuk berbuat jahat.
Keistimewaan bulan Ramadhan ini dijelaskan pada hadits berikut:
“Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka.” (HR. Tirmidzi).
7. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah sumber cahaya yang memberikan keistimewaan pada segala hal yang terkait dengannya. Turunnya Al-Qur’an pada hari Jumat menjadikan hari tersebut istimewa dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Begitu pula, bulan Ramadhan, sebagai bulan penurunan Al-Qur’an, memiliki keistimewaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”. (QS. Al-Baqarah: 185).
Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut bahwa Allah memuji bulan Ramadhan karena Allah memilih bulan ini sebagai waktu diturunkannya Al-Qur’an, sebagaimana Allah menurunkan kitab ilahiyah lainnya juga pada bulan Ramadhan.

8. Terdapat Malam Penuh Kemuliaan
Allah menurunkan Al-Qur’an pada salah satu malam di 10 hari terakhir Ramadhan yang dikenal sebagai malam Lailatul Qadar atau malam kemuliaan. Allah memberikan keistimewaan khusus pada malam tersebut dibandingkan dengan malam-malam lainnya. Bahkan, Allah menyatakan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki kelebihan yang melebihi seribu bulan.
Dalil tentang keutamaan bulan Ramadan ini disebutkan langsung dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam qadar (kemuliaan) itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr ayat 1-5).
9. Puasa di Bulan Ramadhan Senilai dengan Puasa 10 Bulan
Di bulan Ramadhan, nilai ibadah kita meningkat dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Salah satu contohnya adalah ibadah puasa di bulan Ramadhan, yang dianggap setara dengan melakukan puasa selama 10 bulan pada waktu lainnya.
“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, maka satu bulan sama seperti sepuluh bulan. Dan barang siapa yang berpuasa setelah itu yakni berpuasa selama enam hari di bulan Syawal, hal itu sama nilainya dengan puasa sempurna satu tahun.” (HR. Ahmad).
10. Sedekah Paling Mulia Adalah di Bulan Ramadhan


Umat Islam seharusnya bersukacita ketika menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Sebaiknya, upayakan agar tidak ada orang fakir dan miskin yang merasa sedih karena kekurangan makanan dan pakaian yang pantas untuk beribadah. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk meningkatkan amal sedekah selama bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW pernah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi).