Penjajahan Israel terhadap Palestina tidak menunjukkan tanda – tanda akan berakhir. Justru Israel semakin bernafsu untuk menguasai Palestina dan mengusir penduduknya secara keseluruhan. Berbagai penindasan dan kekerasan semakin kejam yang dilakukan oleh Israel, selain mereka diusir dari kampung halamannya mereka juga dirampas harta kekayaannya. Oleh sebab itu banyak orang – orang Palestina yang hidup menderita baik di Palestina maupun yang mengungsi ke negara – negara tetangga.

Melihat realitas di atas muncul lah gagasan untuk membatu bangsa Palestina dalam bentuk sebuah wadah yang bernama “Kasih Palestina”. Kasih Palestina bukan bermakna bahwa bangsa Palestina layak dikasihani. Namun arti dari “Kasih Palestina” adalah berkah Setiap Hari bersama Palestina. Alasan definisi berkah karena Palestina negeri yang diberkahi. Keberkahan Palestina banyak tercantum dalam Al – Quran, bahkan Allah menyebutkan berkali – kali tentang keberkahan Palestina .

Keberkahan negeri Palestina terlihat dari banyaknya Nabi yang dilahirkan di Palestina, orang – orang yang mampu mengahafal Qur’an, melahirkan orang – orang besar seperti Imam Syafi’I, Syekh Ahmad Yasin dan berbagai keistimewaan lain yang tidak dimiliki oleh negeri lainnya di muka bumi ini.

Kasih Palestina mulai dirintis pada tanggal 6 Februari 2016 oleh seorang anak perantauan bernama Riski Juanda. Awalnya Kasih Palestina hanya untuk menghimpun dana melalui online untuk membantu masyarakat Palestina. Namun seiring berjalannya waktu respon dari masyarakat semakin meningkat terhadap Palestina, sehingga pada tanggal 28 Agustus 2017. Kasih Palestina diresmikan menjadi sebuah Yayasan untuk menghimpun donasi online, donasi melalui kegiatan, edukasi dan berbagai kegiatan lainnya.