#SavePalestine dari Krisis Listrik Mematikan

0%
Raised: Rp 0 Rp 250.000.00066 Days Left
"Satu-satunya pembangkit listrik di Gaza hancur akibat serangan Israel. Serangan itu menghancurkan generator uap dan kemudian menghantam tangki penyimpanan bahan bakar yang kemudian memicu kebakaran" kata Fathi al-Sheikh Khalil, wakil direktur otorita energi Jalur Gaza pada Juli 2014 lalu, yang dikutip dari republika.co.id. Kehancuran satu-satunya sumber daya listrik tersebut membuat 2 juta nyawa penduduk Gaza bergantung pasokan listrik dari luar Gaza. Kebutuhan listrik di Gaza bergantung pada Mesir dan Zionis Israel. Sehingga warga Gaza tidak mendapat akses penus listrik. Listrik hanya menyala 2 – 4 jam/hari. Listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masnusia saat ini. Krisis listrik menahun yang dialami rakyat Palestina membawa dampak besar bagi kehidupan rakyat Palestina, khususnya Gaza. Akibat krisis listrik sejumlah rumah sakit di Gaza tidak mampu menjalankan operasi. Setiap harinya tidak kurang ada 200 operasi harus ditunda karena rusaknya kualitas darah yang disimpan dalam ruangan penyimpanan darah hasil donor. Akibat krisis listrik pula seorang bayi berusia 7 bulan meninggal akibat alat bantu pernapasan yang dikenakannya tidak berfungsi karena listrik mati. Diambil dari hidayatullah.com yang dikutip di Maan news.