Serangan Penjajah Sebabkan Bocah-Bocah Gaza Jadi Yatim

219 Dilihat 14 Maret 2020 15:57 By: Admin

Serangan-serangan udara penjajah di wilayah pemblokadean, telah menyebabkan anak-anak menjadi yatim. Salah satu di antaranya adalah Yousif Al-Shimbari.

Kasihpalestina.com – Kisahnya, bukanlah kisahnya seorang, karena dari seluruh sudut wilayah Gaza, kisahnya hanya mewakili kisah-kisah serupa lainnya. Mengenai kehilangan sosok malaikat, Yousif Al-Shimbari akan menceritakan kisahnya dalam ulasan Kasih Palestina – lembaga donasi untuk anak yatim Palestina – berikut ini.

Baca Juga: Inilah Potret Nyata Keluarga di Palestina

 

Terlepas dari seluruh kejadian yang ia lalui, tidak ada yang lebih menyakitkan bagi Yousif kecuali harus membiasakan diri dengan pagi yang sunyi  - tanpa suara sang ibu. 

Saat itu, Israel melakukan serangan di tahun 2014, Yousif dan keluarga lalu mengungsi dari Beit Hanun, Jalur Gaza bagian utara, ke sebuah sekolah yang dikelola oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), berpikir bahwa keluarganya akan aman di sana.

Akan tetapi, kenyataan berbicara lain. Pada 24 Juli, dua pekan setelah serangan itu, granat Israel menghantam sekolah, membunuh sedikitnya 15 orang dan melukai sejumlah orang lainnya.

Keterangan Foto: Serangan udara Israel ke Gaza, tahun 2014. (Sumber. Common Dreams)

Naasnya, di antara korban meninggal adalah ibu dari Yousif. Sementara itu, ia dan saudara perempuannya (Manar) menjadi salah satu korban luka. Duka tak cukup sampai di situ, Manar pun harus menjalani operasi amputasi untuk kedua kakinya.

Setelah mimpi buruk itu, keduanya tinggal di Institut Al-Amal untuk Anak Yatim di Kota Gaza, satu-satunya yayasan yang dimaksudkan untuk merawat anak-anak yatim di wilayah pemblokadean.

Yousif mengungkapkan bahwa yayasan itu merupakan satu-satunya pilihan, karena keluarga besar yang tidak mampu merawat 11 kakak beradik tersebut.

Bantu Anak Yatim Gaza? Pilih Lembaga Kasih Palestina Saja!

 “Kami berpisah. Beberapa saudara perempuanku tinggal bersama keluarga besar dan kami sangat jarang bertemu,” ungkapnya.

Sementara itu, dirinya bersekolah di sekolah terdekat, namun bermain bola bersama teman-teman sekamar merupakan bagian terbaik dari hari-harinya. Dia juga memiliki ambisi yang besar, tapi belum yakin akan masa depan.

“Aku sangat menyukai matematika dan berharap bisa menjadi insinyur suatu hari nanti, seperti ayah,” ceritanya. Sang ayah meninggal tujuh tahun sebelumnya.

Keterangan Foto: Anak-anak yatim Gaza di Yayasan Al-Amal. (Sumber. Electronic Intifada)

Akan tetapi, Yousif dan Manar hanyalah dua dari 40 anak di Al-Amal, yang kehilangan baik satu ataupun kedua orang tuanya – dalam serangan Israel di tahun 2014. Mereka bergabung dengan 90 anak lain yang sudah tinggal di sana jauh sebelum serangan.

Kenyataannya, masih ada puluhan atau bahkan ratusan lebih yang memiliki kisah serupa dengan Yousif, menjadi korban dari kezaliman para penjajah. (kimikim/kasihpalestina)

 

Sumber. Electeronic Intifada

Bagikan Artikel

Kampanye

Bantu Palestina Lawan Covid-19

Palestina menghadapi situasi yang sangat pelik, di tengah derita penjajahan, kini wabah Covid-19 atau Corona mengancam warga Palestina. 

...

Donasi Sekarang

Kirim Kasih Anak-anak Palestina

Kasih Anda bahagiakan anak-anak Palestina

...

Donasi Sekarang

Terimakasih sudah berkunjung, untuk konfirmasi & pertanyaan bisa langsung ke admin kami dibawah ini.