Sembako dari Indonesia Bantu Palestina Lewati Musim Dingin

45 Dilihat 23 Juni 2020 20:12 By: Admin

Penduduk Palestina harus menghadapi musim dingin yang mencekam, terbatasnya infrastruktur semakin memperparah situasi yang dialami.

 

Kasihpalestina.comMusim dingin yang menususk tulang harus dilalui penduduk Palestina setiap tahunnya. Tidak ada pemanas ruangan, hingga terbatasnya suplai kebutuhan yang dapat menembus blokade menjadi tantangan yang harus dihadapi. Lalu bagaimana penduduk Palestina bertahan mewati musim dinginnya? Kasih Palestina, lembaga penghimpun donasi Palestina terpercaya sajikan informasi selengkapnya

 

Tantangan Musim Dingin di Palestina

(Penduduk Palestina yang sedang berjalan di tengah badai salju/International Bussines Time)

Dilansir dari laman The Excellence Center in Palestine, penduduk Palestina harus menghadapi berbagai tantangan saat musim dingin tiba di negeri itu. Tidak hanya tentang cuaca yang akan begitu dingin menusuk tulang, tetapi penduduk Palestina juga harus menghadapi situasi tersebut dalam kondisi yang sangat tidak baik, berada di bawah penjajahan Israel. Ini dia tantangan musim dingin yang harus dihadapi penduduk Palestina:

  1. Suhu dingin yang ekstrem
    Musim dingin di Palestina dapat berkisar hingga 10 derajat Celcius atau sekitar 50 derajat Farenheit. Pada malam hari suhu akan kembali turun menjadi 3 hingga 4 derajat Celcius saja. Tentu berada dalam kondisi yang begitu dingin selama berbulan-bulan tidak mudah untuk dilalui.

     
  2. Tidak ada penghangat ruangan
    Jika di negara yang biasa mengalami musim dingin akan lumrah ditemui penghangat ruangan, berbeda dengan di Palestina. Rumah-rumah penduduk Palestina tidak dilengkapi dengan penghangat ruangan, sekadar memiliki perapian pun tidak dapat dimiliki setiap rumah.

     
  3. Pakaian Berlapis
    Pakaian hangat adalah satu-satunya senjata untuk melawan kejamnya udara dingin di Palestina. Sehingga tidak ada jalan lain kecuali dengan memakai pakaian berlapis untuk menghangatkan suhu tubuh. Padu padan kemeja lengan panjang, sweter, sarung tangan alas kaki, syal dan topi adalah pakaian andalan penduduk Palestina melawan dinginnya udara.

     
  4. Tidak ada pemanas air
    Terbatasnya pasokan listrik untuk wilayah Palestina, membuat penduduk tidak dapat memanfaatkan listrik dengan maksimal untuk memanaskan air di rumah mereka. Sebagian besar rumah-rumah Palestina hanya dapat menikmati air panas yang harus dipanaskan terlebih dahulu, dan memakan waktu 15-20 menit untuk memenuhi keperluan mandi saja. Hal ini jelas tidak ideal untuk menghadapi masa-masa musim dingin
    .

 

Kebaikan Darimu Bantu Penduduk Palestina Lewati Musim Dingin

(Sejak tahun 2018 Kasih Palestina bersama rakyat Indonesia konsisten membantu penduduk Palestina/Kasih Palestina)

 

Penduduk Palestina yang mayoritas merupakan penerima bantuan internasional juga mengalami ancaman kelaparan di tengah krisis ekonomi yang semakin parah, apalagi wabah covid-19 telah begitu banyak memengaruhi perekonomian dunia.

 

(Tahun ini Kasih Palestina juga telah menyalurkan titipan rakyat Indonesia untuk membantu penduduk Palestina melewati musim dingin/Kasih Palestina)

 

Namun alhamdulillah, bantuan titipan sembako dan bantuan musim dingin dari Sahabat telah sampai pada keluarga-keluarga Palestina yang membutuhkan. Bantuan inilah yang menjadi teman berjuang keluarga-keluarga di Palestina melewati sulitnya musim dingin di sana.

Terima kasih ya Sahabat! Berkat kebaikanmu telah mengeratkan persaudaraan dua bangsa, Indonesia dan Palestina. (itari/kasihpalestina)

Bagikan Artikel

Kampanye

Berbagi Kasih untuk Yatim Palestina

Kasih Qurban, Bukti Cinta Kita untuk Palestina

Idul Adha adalah waktu terbaik untuk berlomba-lomba buktikan cinta kita kepada Palestina. Sekerat daging qurban dari kita, nyalakan semangat perjuangan mereka.

...

Donasi Sekarang

Terimakasih sudah berkunjung, untuk konfirmasi & pertanyaan bisa langsung ke admin kami dibawah ini.