Perjuangan Penduduk Gaza di Tengah Krisis Listrik Palestina

236 Dilihat 13 Oktober 2020 09:02 By: Admin

Belasan tahun penduduk negeri Anbia hadapi krisis listrik Palestina.

kasihpalestina.comKrisis listrik Palestina belum berangsur menemukan solusinya. Pasokan listrik Palestina yang begitu terbatas setiap harinya, membuat penduduk harus siap bertahan dalam gelap gulitanya malam. Lalu, bagaimana perjuangan penduduk Palestina hidup tanpa listrik? Kasih Palestina, lembaga donasi Palestina sajikan informasi selengkapnya.

 

Dampak Parah Krisis Listrik Palestina

(Keluarga Palestina jalani malam tanpa penerangan dan aliran listrik yang memadai/dok. Al Jazeera)

 

Pemadaman listrik Palestina, khususnya wilayah Gaza dapat berlangsung selama 12 jam sehari. Pasokan listrik Palestina yang terbatas ini tak terlepas dari penjajahan yang tak kunjung selesai.  Sejak jalur Gaza diduduki penjajah pada tahun 1967, lalu dilanjutkan dengan blokade selama lebih dari satu dekade, krisis listrik Palestina yang terjadi di sana berujung semakin parah.

Dampak serius dari krisis listrik Palestina ini, telah menyentuh seluruh sendi kehidupan penduduk Palestina. Krisis listrik Palestina telah mengganggu pengolahan limbah, sehingga limbah tak dapat diolah dan sering kali merembes ke dalam saluran air minum penduduk. Akibatnya, penduduk yang terpaksa mengonsumsi air tak bersih menjadi rentan terkena penyakit.

(Anak-anak Palestina belajar diterangi cahaya lilin/dok. DW)

 

 

Di bidang kesehatan, dampak krisis listrik Palestina dirasakan begitu serius. Alat-alat medis di rumah sakit tak dapat berjalan optimal. Bahkan, pasien rawat jalan yang memerlukan alat dialisis dan bayi dalam inkubator terpaksa mendapatkan perawatan seadanya.

Anak-anak sekolah di Palestina juga tak kalah terkena dampak krisis listrik Palestina ini. Fasilitas di sekolah menjadi tidak dapat beroperasi dengan maksimal, kamar mandi serta air bersih tidak tersedia akibat pasokan listrik yang terbatas. Apalagi jika anak-anak sekolah di Palestina harus mengerjakan tugas malam hari, hanya nyala dari lilin yang dapat mereka andalkan.

“Bagian tersulit adalah saat anak-anak memasuki ujian sekolah. Mereka belajar dengan cahaya lilin” Ujar Sabreen Deeb, salah satu penduduk Gaza.

 

Baca juga : Mau Bantu Palestina? Begini Caranya

 

 

Alternatif Generator Tak Dapat Selalu Diandalkan

(Akibat pasokan listrik yang terbatas, pengerjaan tugas rumah ibu-ibu Palestina sebatas diterangi cahaya lilin/dok. We Are Not Numbers)

 

Pemerintah setempat telah berupaya mengatasi krisis listrik Palestina, dengan membangun generator-generator sebagai alternatif pembangkit listrik. Generator-generator ini terpaksa harus dijalankan dengan bahan bakar yang tak ramah lingkungan. Asap, bau dan deru suara generator begitu mengganggu penduduk. Ditambah dengan blokade yang masih berlangsung, suplai bahan bakar untuk generator juga tak selamanya tersedia. (itari/kasihpalestina)

Sumber: Al Jazeera

 

Sahabat Kasih Palestina dapat membantu meringankan beban krisis listrik Palestina dengan menjadi bagian dari program Terangi Palestina, informasi selengkapnya klik di sini 

 

Atau Sahabat dapat mengirimkan donasi terbaiknya melalui:

Mandiri 131 00 3618 18 18

a.n Yayasan Kasih Palestina

 

Informasi dan Konfirmasi donasi:

CS Donasi Online: 0878 3864 8049, atau

Call Center: 08 123 2011 55

 

Bagikan Artikel

Kampanye

Wakaf Sumur Bor di Gaza, Alirkan Pahala Jariah Anda

Kasih Qurban, Bukti Cinta Kita untuk Palestina

Idul Adha adalah waktu terbaik untuk berlomba-lomba buktikan cinta kita kepada Palestina. Sekerat daging qurban dari kita, nyalakan semangat perjuangan mereka.

...

Donasi Sekarang

Terimakasih sudah berkunjung, untuk konfirmasi & pertanyaan bisa langsung ke admin kami dibawah ini.