Perjuangan Keluarga Palestina Cukupi Kebutuhan Pangan

703 Dilihat 28 Juli 2020 08:31 By: Admin

Kisah inspiratif perjuangan keluarga Palestina penuhi kebutuhan pangan

 

kasihpalestina.comHidup dalam penjajahan dan blokade tentu tidaklah mudah, setiap hari para keluarga Palestina harus bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi, terlebih berjuang dalam mencukupi kebutuhan pangan yang tak selalu ada. Bagaimana keluarga Palestina dapat bertahan? Kasih Palestina, lembaga penghimpun donasi Palestina sajikan informasi selengkapnya.

 

Tantangan Keluarga di Gaza-Palestina

(Raeda bersama dua anak bungsunya/WFP)

 

Berada dalam kondisi blokade belasan tahun lamanya, dan penjajahan yang tak kunjung berakhir, membuat para keluarga di Gaza-Palestina harus berjuang bertahan. Salah satu perjuangan itu dirasakan langsung oleh Raeda (35 tahun), sebagai seorang orang tua tunggal, dirinya harus berjuang untuk menghidupi 7 anak-anaknya. Tak banyak pilihan yang dapat diambil oleh Raeda, bekerja menjadi petugas kebersihan di rumah-rumah pribadi warga sekali hingga dua kali per pekan menjadi andalan baginya.

Raeda yang menikah pada usia 18 tahun menghabiskan masa-masa pernikahannya dengan membesarkan anak-anaknya. Suami Raeda meninggalkan keluarga dan pindah dari Gaza sejak delapan tahun lalu dengan setumpuk hutang yang diwariskannya. Raeda dan keluarga akhirnya harus berjibaku menghidupi keluarga.

 

Baca juga: Mudahnya Kirim Donasi ke Palestina

 

Bantuan Pangan Bantu Jaga Nutrisi Keluarga

(Potret anak-anak yang sedang menyantap makanan/WFP)

 

Sejak 6 tahun lalu Raeda mulai menerima bantuan makanan dari WFP, sebuah Program Pangan Dunia yang digagas PBB untuk membantu asupan pangan di negara-negara berkembang. Kendati demikian, terbatasnya bantuan yang ada membuat dua anak Raeda yang berusia 15 dan 17 tahun harus berhenti sekolah dan mulai bekerja.

Anak-anak lelaki Raeda bekerja sebagai pengangkut barang selama 3 hari dalam sepekan. Upah mengangkut barang-barang berat yang dilakoni, dihargai sebesar 2 hingga 3 dolar sehari. Dengan penghasilan tersebut, keluarga Raeda membagi untuk membayar hutang keluarga dan membeli makanan untuk melengkapi bantuan dari WFP.

 

Baca juga: Mau Donasi ke Palestina? Ini Dia Rekening Resminya

 

Memilih Makanan Termurah

Bantuan pangan yang diterima Raeda dan keluarga lainnya di Palestina, berbentuk kartu elektronik yang setiap bulannya dapat dicairkan untuk membeli paket makanan. Sebesar $ 80 Dolar menjadi modal awal bagi Raeda dan keluarganya lainnya memperbaiki gizi sehari-hari. Namun, dengan terbatasnya anggaran yang ada, Raeda tetap harus memutar strategi untuk membeli daging dan ikan kalengan agar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan membeli bahan bakar untuk memasak.

“Kami hanya memiliki listrik selama beberapa jam sehari, sehingga saya hanya bisa membeli makanan yang akan bertahan tanpa mesin pendingin, dan dapat segera disantap” ujar Raeda.

Raeda adalah salah satu dari 250.000 potret keluarga di Palestina yang mengalami kondisi tak jauh berbeda. 20% keluarga yang dibantu oleh WFP dikepala keluargai oleh wanita. Hal ini menambah rentetan  keluarga yang rentan terdampak krisis di Gaza-Palestina. (itari/kasihpalestina)

Sumber: World Food Program Insight

Bagikan Artikel

Kampanye

Wakaf Sumur Bor di Gaza, Alirkan Pahala Jariah Anda

Kasih Qurban, Bukti Cinta Kita untuk Palestina

Idul Adha adalah waktu terbaik untuk berlomba-lomba buktikan cinta kita kepada Palestina. Sekerat daging qurban dari kita, nyalakan semangat perjuangan mereka.

...

Donasi Sekarang

Terimakasih sudah berkunjung, untuk konfirmasi & pertanyaan bisa langsung ke admin kami dibawah ini.