Palestina: Bertahan Jalani Ramadhan di Tengah Kelaparan

607 Dilihat 19 Mei 2020 09:54 By: Admin

Di tengah ancaman kelaparan akibat krisis pangan, tantangan Palestina dalam menjalani Ramadhan semakin bertambah dengan kehadiran virus Covid-19.

Kasihpalestina.comKrisis kelaparan telah terjadi sejak lama di Palestina. Tahun 2019 lalu, ada satu juta penduduk Palestina yang terancam kelaparan saat pendanaan untuk para pengungsi Palestina semakin mengalami kekurangan. Bagaimana dengan kondisi penduduk Palestina hari ini yang harus berjuang menghadapi krisis ekonomi dunia karena virus Corona? Kasih Palestina, lembaga penghimpun donasi Palestina terpercaya telah sajikan informasinya untuk anda.

 

Jual Cincin Pernikahan Untuk Bisa Makan

(Pemeriksaan suhu terhadap salah satu bayi pengungsi Palestina/UNRWA)

Runtuhnya perekonomian di Palestina akibat dari blokade, serta lemahnya daya beli penduduk sangat berdampak pada asupan makanan yang dapat diperoleh oleh keluarga-keluarga di Gaza-Palestina. Tidak tersedianya lapangan pekerjaan, menyebabkan penduduk Gaza hanya dapat menyantap menu-menu makan seadanya saja. Apalagi dalam suasana Ramadhan yang seharusnya dapat disambut dengan penuh sukacita dan bahagia walau dalam keterbatasan. Kini Ramadhan harus dijalani dengan begitu penuh perjuangan dan ancaman yang datang silih berganti.

Seperti yang terjadi pada salah seorang warga Palestina Fares Mansour, dirinya yang semula bekerja di sebuah restoran di Kota Gaza, kini harus menerima kenyataan untuk menjadi pengangguran dikarenakan restorannya tempat bekerja terpaksa tutup sejak adanya kasus Covid-19. Alhasil Mansour harus menjual satu-satunya cincin pernikahan yang dipunya untuk dapat bertahan hidup bersama keluarganya selama beberapa hari kedepan.

Baca juga: 400.000 Anak Palestina Ikut Terdampak Darurat Pangan di Gaza

 

Penutupan terhadap restoran-restoran serta kafe ini terjadi mengikuti himbauan dari pemerintah setempat untuk menutup semua kafe sejak 22 Maret, saat Gaza menyatakan adanya kasus pertama virus Corona.

Menteri Sosial, Ahmad Majdalani dalam konferensi persnya pada 15 April lalu mengungkapkan bahwa sekitar 53.000 keluarga Palestina telah jatuh di bawah garis kemiskinan. Sedangkan jumlah rumah tangga yang hidup dalam kemiskinan saat ini adalah 115.000, dari total tersebut 80.000 nya berada di Gaza.

 

Bertahan Tanpa Bantuan Pangan Tambahan

(Ilustrasi pekerja Palestina/Anadolu Agency)

Naser Qatami, wakil Menteri Tenaga Kerja di Ramallah mengungkapkan kepada Al Monitor bahwa sebagian besar para pekerja Palestina terinfeksi ketika bekerja di Israel dan mereka tertular di sana. Menurut Qatami, sekitar 180.000 warga Palestina di Tepi Barat mencari nafkah di Israel. 150.000 pekerja telah kembali ke Palestina dan melakukan karantina mandiri, sementara sisanya memilih untuk tetap berada di Israel dengan harapan masih dapat mencari nafkah di sana.

Baca juga: Renovasi Rumah Rusak di Gaza Palestina

 

Qatami juga menyebutkan bahwa kementeriannya akan segera meluncurkan bantuan keuangan kepada para pekerja yang terdampak, dengan target awal akan mencapai 30.000 pekerja, dan berharap akhir tahun ini dapat mencakup semua pekerja yang terkena dampak.

Sementara Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB, UNRWA justru tengah mengalami kesulitan mengumpulkan pendanaan untuk membantu melawan virus Corona ini. Adnan Abu Hasna seorang juru bicara UNRWA di Gaza mengatakan tidak ada program bantuan dan makanan tambahan untuk para keluarga yang kehilangan pekerjaan akibat Corona.

Keadaan ini kemudian mendorong para aktivis dan sukarelawan untuk mengumpulkan donasi dan bantuan yang akan didistribusikan kepada keluarga-keluarga pra sejahtera yang tidak memiliki sumber pendapatan sama sekali. (Sumber: Al Monitor)

Sahabat, dengan kondisi yang dihadapi Palestina dan dunia saat ini, mari bersama-sama kita saling membantu meringankan beban perjuangan penduduk Palestina melalui tautan berikut ini: Bantu Palestina Lawan Covid-19

Terima kasih Sahabat!

Satu wujud kebaikanmu tentu sangat berarti bagi keberlangsungan perjuangan penduduk Palestina menghadapi krisis yang terjadi. (itari/kasihpalestina)

Bagikan Artikel

Kampanye

Ikut Bangun Sumur Bor di Gaza, Alirkan Pahala Jariah Anda

Kasih Qurban, Bukti Cinta Kita untuk Palestina

Idul Adha adalah waktu terbaik untuk berlomba-lomba buktikan cinta kita kepada Palestina. Sekerat daging qurban dari kita, nyalakan semangat perjuangan mereka.

...

Donasi Sekarang

Terimakasih sudah berkunjung, untuk konfirmasi & pertanyaan bisa langsung ke admin kami dibawah ini.