Kenali 10 Tradisi Idul Fitri di Palestina

273 Dilihat 27 Mei 2020 16:40 By: Admin

Tidak hanya di Indonesia, di Palestina pun ternyata juga memiliki tradisi unik saat Idul Fitri tiba

Kasihpalestina.com — Idul Fitri menjadi salah satu hari raya umat Islam yang perayaannya selalu disambut dengan sukacita. Banyak tradisi unik yang dilakukan pada momentum ini, salah satunya dilakukan oleh para penduduk di Palestina. Apa saja tradisi Idul Fitri yang diselenggarakan di Palestina? Kasih Palestina, lembaga donasi Palestina telah sajikan informasinya untuk anda.

 

1. Membuat Ma’amoul Bersama Keluarga

(Ma’amoul, kue kering khas saat Idul Fitri/Tasty Mediterraneo)

Selayaknya hari raya di Indonesia yang dipenuhi dengan hidangan yang beragam jenisnya, di Palestina juga demikian. Keluarga di Palestina membuat kudapan Ma’amoul yang menyerupai kue kering kecil yang diisi dengan kurma, pistacio atau kacang kenari dan isian lainnya. Idul fitri menjadi momentum yang pas untuk menyantap ma’amoul bersama keluarga di Palestina.

 

2. Belanja Thobe

(Thobe, Pakaian Adat Palestina)

Penduduk Palestina menyambut Idul Fitri juga dengan berbelanja pakaian baru. Thobe merupakan pakaian tradisional yang biasa mereka kenakan pada perayaan hari raya. Pakaian ini menjadi sebuah simbol ekspresi bahagia dan antusias menyambut datangnya hari kemenangan setelah melalui bulan Ramadhan.

 

3. Menunaikan Zakat Fitrah

Kendati berada dalam wilayah yang sangat rawan konflik, dan berada dalam ekonomi yang tidak baik. Tetapi penduduk Palestina yang memiliki kelebihan harta dan makanan akan tetap menunaikan zakat fitrah bagi saudara-saudaranya yang membutuhkan. Berada dalam kondisi serba terbatas, tidak menyurutkan semangat dalam menunaikan zakat.

 

Baca juga: Bagaimana Hukum Berzakat ke Palestina?

 

4. Berdo’a Selepas Subuh dan Menunaikan Shalat Idul Fitri

(Suasana pelaksanaan shalat idul fitri di sisi selatan Jalur Gaza/ Sumber: Detik News)

Seusai melaksanakan shalat subuh, kemudian penduduk Palestina berbondong-bondong untuk melaksanakan shalat Idul Fitri bersama dengan penduduk lainnya di tempat yang sudah ditentukan. Walau tahun ini terancam dengan adanya penyebaran virus Corona yang telah menyebar di seluruh penjuru dunia, tetapi semangat untuk menunaikan shalat Idul Fitri tidak lantas surut dan pergi.

 

5. Menikmati Fesikh/Feseekh Goreng

(Hidangan fesikh/ Sumber:Egyptian Streets)

Fesikh atau sebagian juga menyebutnya feseekh merupakan olahan ikan yang difermentasi dan menjadi hidangan untuk makan. Hidangan yang akrab ditemui di wilayah Mesir ini menjadi makanan yang juga sering disantap oleh keluarga-keluarga di Palestina, ikan asin yang disajikan dengan digoreng ini menjadi menu yang sering disantap untuk sarapan.

 

6. Mengunjungi Keluarga Besar

Para penduduk di Palestina juga memiliki kebiasaan untuk mengunjungi keluarga dan kerabat dekat saat idul fitri tiba. Saling bersilaturahim dan mengunjungi sebagai bentuk memperkuat ikatan antar keluarga dan kerabat yang tinggal berbeda daerah.

 

7. Minum Kopi Tradisional Arab

(Kopi Arab/ Sumber:Kompas)

Salah satu pelengkap hidangan ma’amoul adalah dengan minum kopi tradisional Arab. Setiap mengunjungi rumah saudara dan kerabat, hidangan kopi tradisional Arab akan selalu tersaji sehingga hari raya akan membuat kenyang dengan ma’amoul dan kopi yang dijumpai disetiap kunjungan silaturahim.

 

Baca Juga: Menu Favorit Orang Palestina Saat Ramadhan

 

8. Mengucapkan Selamat Idul Fitri

Hari raya yang istimewa ini menjadi saat yang berbahagia untuk semua muslim yang ada di dunia. Sehingga ucapan “selamat Idul Fitri” akan menjadi ucapan yang sering dilontarkan pada sesiapapun yang ditemui pada hari itu.

 

9. Memberikan Uang dan Hadiah

Idul Fitri di Palestina juga ditandai dengan saling berbagi kelebihan rezeki yang dipunya kepada saudara dan kerabat keluarga. Baik itu berupa uang, maupun hadiah mainan kepada anak-anak dan sanak saudara yang masih kecil.

 

10. Momentum Bersama Keluarga

Kebahagiaan yang tengah dirasakan saat Idul Fitri juga menjadi momentum untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Melakukan hal-hal yang banyak tersita dihari-hari biasanya karena kesibukan aktifitas dan pekerjaan.

 

Kegiatan seperti mengobrol bersama keluarga, makan bersama, menonton film kesukaan keluarga hingga sederet kegiatan mengasikan lainnya dapat menjadi saat yang istimewa. Kegiatan tersebut juga dilakukan oleh para penduduk Palestina, hari raya menjadi hari berkumpul dengan keluarga dan melakukan kegiatan bersama keluarga. Kendati banyak keluarga di Palestina yang sudah tidak lagi lengkap, ditinggal syahid anggota keluarga dalam perjuangan membela kemerdekaan Palestina. Tetapi penduduk Palestina selalu mensyukuri keadaan yang mereka alami, dan selalu punya cara untuk mencoba tetap bahagia di tengah keterbatasan yang dimiliki. (itari/kasihpalestina)

Sumber: Baraka Bits

Bagikan Artikel

Kampanye

Berbagi Kasih untuk Yatim Palestina

Kasih Qurban, Bukti Cinta Kita untuk Palestina

Idul Adha adalah waktu terbaik untuk berlomba-lomba buktikan cinta kita kepada Palestina. Sekerat daging qurban dari kita, nyalakan semangat perjuangan mereka.

...

Donasi Sekarang

Terimakasih sudah berkunjung, untuk konfirmasi & pertanyaan bisa langsung ke admin kami dibawah ini.