5 Fakta Kemiskinan di Gaza, Palestina

264 Dilihat 16 Oktober 2020 05:41 By: Admin

Fakta seputar kondisi kemiskinan yang melanda Gaza.

kasihpalestina.com  - Gaza mengalami krisis ekonomi sebagai dampak blokade dan serangan Israel yang berkepanjangan. Hal ini berdampak pada tingginya kemiskinan di wilayah tersebut. Lalu bagaimana nasib Gaza saat ini? Simak ulasan lengkap Kasih Palestina – lembaga donasi resmi Palestina – berikut ini!

 

Kemiskinan Menghantui Kehidupan Warga Gaza

Penduduk Palestina yang mendiami wilayah Gaza terus mengalami kemerosotan kondisi ekonomi dan kekhawatiran yang selalu menghantui nasib mereka. Semua ini sangat erat kaitannya dengan blokade dan pembatasan yang diberlakukan oleh Israel kepada wilayah Gaza.

Kemerosotan ekonomi di Gaza juga semakin diperparah dengan banyaknya kerusakan atas bangunan pemukiman, gedung-gedung industri dan fasilitas umum terutama jalan dan aliran air bersih. Kerusakan yang ditimbulkan dari serangan rudal dan bom Israel ini menghambat jalannya kegiatan ekonomi di Gaza, bahkan menyebabkan kerugian yang besar.

Berikut 5 fakta yang akan memaparkan kondisi ekonomi Gaza lebih lanjut.

 

1. Wilayah Gaza masuk ke dalam indikator kemiskinan tertinggi di dunia.

Secara umum, indikator kemiskinan diukur melalui beberapa variabel yaitu kondisi pangan, pekerjaan,  kesehatan, pendidikan, air minum dan tempat tinggal. Melalui indikator tersebut, maka dapat diukur seberapa besar kemiskinan yang dialami oleh suatu wilayah.

(Ket. Potret seorang anak laki-laki yang sedang berjalan bersama adiknya di salah satu pemukiman miskin yang ada di Gaza. Dok. Middle East Monitor.)

 

Sebagai bagian dari wilayah konflik, Gaza tidak dapat menghindari kerusakan-kerusakan yang terjadi di wilayahnya terutama bidang-bidang yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari warga Gaza. Dengan tingginya kerusakan yang terjadi di Gaza, berdampak langsung pada tingginya indikator kemiskinan Gaza yang telah mencapai 80% lebih.

 

2. Tingkat kemiskinan dan pengangguran di Gaza pada 2019 mencapai hampir 75 %.

Perekonomian di Gaza tidak mampu menciptakan lapangan kerja baru untuk mengakomodasi para pekerja di sana. Sebagaimana informasi yang disampaikan oleh UNCTAD, Organisasi Perdagangan dan Pembangunan PBB, sekitar satu dari tiga orang di bursa tenaga kerja Gaza adalah pengangguran.

Tidak adanya pekerjaan akan berdampak pada tidak adanya penghasilan dan dengan tidak adanya penghasilan maka akan berdampak pada terhentinya transaksi ekonomi. Efek domino ini akan terus bergulir hingga berujung pada pada kehancuran kondisi ekonomi dan kehidupan warga Gaza.

 

3. Sebagian besar bantuan umum yang diberikan ke Gaza hanya memenuhi sekitar 50 % dari kebutuhan dasar keluarga miskin.

Kemiskinan dan pengangguran yang terus meningkat di Gaza, menyulitkan warga Gaza untuk mencapai pemenuhan kebutuhan hidup minimum seperti makanan, air, pakaian, dan tempat tinggal. Belum lagi kebutuhan lain yang lebih sulit untuk dijangkau seperti layanan kesehatan, transportasi, dan pendidikan.

(Ket. Seorang anak sedang belajar dengan menggunakan lilin sebagai dampak pemadaman listrik  yang telah berlangsung lebih dari 12 jam di Gaza. Dok. Mahmoud Hinnawi)

 

Dilansir dari Republika, 77 persen rumah di Gaza telah dihancurkan dan dirusak oleh serangan Israel. Dan menyebabkan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal atau terlantar di tengah lumpuhnya proses rekonstruksi. Tidak heran bila kondisi warga Gaza terus memburuk meskipun mereka sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah dan organisasi internasional.

 

4. Kondisi kemiskinan terutama sekali disebabkan oleh tindakan-tindakan penjajah, yang terakumulasi sejak Intifada kedua pada tahun 2000.

Pelanggaran kemanusian yang kompleks dan berkelanjutan telah dilakukan oleh Israel terhadap Gaza sejak Intifada kedua pada tahun 2000, dan menjadi biang kerok utama memburuknya kondisi ekonomi Gaza saat ini. Pelanggaran tersebut tersusun secara sistematis dan menyeluruh, seperti pemblokadean Gaza, pembatasan perpindahan orang dan barang ke Gaza , sabotase listrik, serta tindakan-tindakan Israel yang menyulut emosi warga Gaza hingga menimbulkan demonstrasi dan konfrontasi.

(Ket. Potret keseharian keluarga miskin di Gaza. Dok. Aljazeera)

 

Blokade dan pembatasan terhadap Gaza turut mengisolasi wilayah ini dari pasar internasional dan memaksa mereka bergantung dalam perdagangan dan hubungan ekonomi dengan Israel, di mana berdasarkan data UNCTAD, nilai pengiriman barang ke Israel mencapai 80% total ekspor dan nilai suplai barang dari Israel mencapai 58 % total impor.

 

5. Penyebab lain adalah adanya tiga kali serangan Israel pada 2008 , 2012 dan 2014.

Serangan Israel dengan persenjataan lengkap turut serta meluluhlantakkan kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur Gaza. Hal ini terjadi karena setiap kali Israel melakukan serangan berskala besar, mereka tidak hanya menyerang melalui militer saja namun juga melakukan penyerangan yang lebih masif lagi di bidang ekonomi dan sosial yang berdampak langsung pada masyarakat.

Sungguh tantangan yang begitu berat untuk ditaklukan oleh warga Gaza. Semoga Allah senantiasa memberikan mereka kekuatan untuk menghadapi itu semua. Dan semoga warga Gaza diberkahi kemuliaan oleh Allah atas seluruh perjuangan yang telah mereka lakukan. Amiin.

Sumber: Republika, UNCTAD, Palinfo, Sindonews, Palestine Chronicle

Bagikan Artikel

Kampanye

Wakaf Sumur Bor di Gaza, Alirkan Pahala Jariah Anda

Kasih Qurban, Bukti Cinta Kita untuk Palestina

Idul Adha adalah waktu terbaik untuk berlomba-lomba buktikan cinta kita kepada Palestina. Sekerat daging qurban dari kita, nyalakan semangat perjuangan mereka.

...

Donasi Sekarang

Terimakasih sudah berkunjung, untuk konfirmasi & pertanyaan bisa langsung ke admin kami dibawah ini.