Rana Shubair - Kasih PalestinaBerita

Rana Shubair: Perjuangan Warga di Perbatasan Gaza Hanyalah untuk Hidup Normal

Kasihpalestina.com – Rana Shubair, perempuan Palestina yang memperjuangkan haknya dan saudara-saudara di sana, dengan berpartisipasi dalam Aksi Kepulangan Akbar di perbatasan Gaza. Beberapa orang bertanya sarkas padanya, mengapa ia mengikuti aksi semacam itu. Rana pun, kemudian berbagi cerita terkait alasan keikutsertaannya dalam aksi;

“Selama satu tahun terakhir, saya harus memikul pertanyaan ini: Mengapa kamu ikut dalam Aksi Kepulangan Akbar? Beberapa menanyakannya secara sarkas, sementara yang lain banyak yang tertarik dan ingin mendengar jawaban saya. Inilah yang kemudian harus saya bilang.

Satu tahun telah berlalu dan meskipun saya kehilangan beberapa Jumat, saya tidak pernah berhenti pada alasan yang layak dari rakyat Gaza. Apa yang masih mengejutkan saya adalah bahwa orang-orang tidak pernah berhenti “beraksi” selama satu tahun penuh.

Saya melihat mereka pergi dalam kondisi dan cuaca apa pun. Bahkan, baru saja kemarin saat peringatan satu tahun Aksi Kepulangan Akbar, wilayah dituruni hujan, berangin, dan tanah yang berlumpur. Hal itu tidak menghentikan warga untuk datang secara massal, dan duduk atau berdiri di bawah tenda.

Dari posisi saya berdiri, sekitar 600 meter jaraknya, saya bisa melihat bom gas air mata yang ditembakkan ke arah para demonstran, dan angin yang kencang menghembuskan gas beracun ke arah tenda.

Selain itu, warga memang menyadari bahwa melakukan protes selama setahun tidaklah cukup, untuk memperoleh kembali hak pulang, lalu mengapa masih terus melakukannya?

Bersamaan dengan serangan-serangan dalam skala besar yang harus ditanggung warga Gaza, mereka telah hidup dalam pemblokadean selama 12 tahun. Di antara banyak hal, pemblokadean membatasi kebebasan bergerak, melarang masuk barang dan obat yang dibutuhkan, menghalangi pasien mendapatkan akses pengobatan, melarang impor dan ekspor, serta mengurangi area melaut nelayan, tak ketinggalan dengan menembaki dan menangkap mereka. Potret secara keseluruhan begitu suram di mana sektor ekonomi runtuh, dan angka pengangguran meroket (hampir 60%).

Baca Juga: Tak Gentar, Anak-anak Gaza Ikuti Aksi Kepulangan Akbar

Bayangkan dua juta orang dikurung dalam penjara terbuka terbesar di dunia, hidup dalam kondisi seperti yang dijelaskan di atas, secara terus-menerus mengalami pengeboman dari Israel, dan menyaksikan anggota keluarga sendiri dibunuh atau mati perlahan akibat penyakit.

Apa yang Anda harapkan dari mereka? Bagaimana menurut Anda kondisi psikologis mereka? Masa depan macam apa yang anak-anak kami miliki? Mereka telah dipaksa tumbuh dalam lingkungan kekurangan dan pengeboman.

Dalam konteks kekurangan serta kegelisahan, warga kami pergi ke perbatasan gaza yang memisahkannya dengan tanah pendudukan lain, dan telah memutuskan untuk memukul dinding dari penjara besar ini, untuk menuntut pencabutan blokade ilegal.

Satu tahun telah berlalu dan lebih dari 266 orang telah dibunuh dunia dalam aksi damai ini, namun itu tidaklah menghalangi demonstrasi dengan cara apa pun. Lagi, mereka mempraktikkan hak legal mereka untuk berkumpul secara damai dan dihadiahi dengan tembakan para penembak jitu.

Apabila mereka harus memilih, apakah meninggal di hadapan para penindas sembari menyerukan penuntutan kebebasan, atau meninggal perlahan dalam pemblokadean, saya benar-benar bisa membuktikan – mereka akan memilih tetap melakukan protes, dan menyerukan hak mereka untuk hidup dalam martabat dan kebebasan seperti manusia di luar sana.”

Itulah sedikit cerita dari seorang Rana Shubair. Ia menyaksikan dan merasakan secara langsung bagaimana perjuangan saudara-saudara di Gaza, dalam memperjuangkan hak mereka, agar bisa hidup damai seperti manusia-manusia lain di luar sana. Jadi, masihkah ada yang memandang mereka sebelah mata dengan adanya Aksi Kepulangan Akbar? Mereka hanya ingin hidup normal, seperti kita! (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Days of Palestine

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina.

Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita