Ramadan bagi Tahanan Palestina - Kasih PalestinaInspirasi

Ramadan Dalam Bui bagi Tahanan Palestina

Kasihpalestina.com – Kenyataan memang berbicara bahwa tidak semua Muslim bisa merasakan Ramadan dalam kebahagiaan, termasuk bagi saudara-saudara Palestina yang harus melalui indahnya Ramadan di dalam gelap dan kejamnya bui milik penjajah, ironis.

Rafat Hamdouna, seorang mantan tahanan dan direktur Pusat Studi Tahanan Palestina, bercerita bahwa Ramadan bagi para tahanan Palestina akan berlangsung di tengah pelanggaran-pelanggaran hak terhadap tahanan.

Menurutnya, terdapat catatan yang panjang mengenai gangguan para administrator (pengelola) penjara dan gangguan terhadap ibadah di bulan Ramadan, tidak ada akses dalam menggunakan halaman penjara umum untuk ibadah malam dan tidak disediakan ruang ibadah di penjara bagi tahanan Palestina.

Selain itu, administrasi penjara Israel menyediakan waktu makan yang tidak sesuai dengan jadwal sahur dan berbuka, dan mereka melarang masuk Alquran dan buku-buku selama bulan Ramadan.

Tidak hanya itu, Kementerian (Urusan) Tahanan Palestina mengungkapkan bahwa Pelayanan Penjara Israel menolak permintaan untuk menambah jumlah uang yang dapat diterima para tahanan dari keluarga mereka selama bulan Ramadan. Kementerian sudah meminta agar kontribusi keluarga per bulannya diizinkan naik hingga 500 syekel per tahanan.

Baca Juga: Ramadan di Palestina Penuh Perjuangan

Rendahnya penerimaan uang ironis dengan kebutuhan dasar tahanan yang harus dibeli karena barang-barang yang disediakan Penjara Israel tidak layak digunakan. Bahkan barang-barang yang dijual dengan harga yang tidak masuk akal, jauh di atas harga rata-rata di Palestina pada umumnya.

Riad Al-Ashqar dari Pusat Studi Tahanan Palestina mengatakan, setiap tahunnya penjajah Israel terlibat dalam aksi penggerebekan sel dan bangsal, serta inspeksi, selama bulan Ramadan. Selain itu, Israel juga meningkatkan intensitas isolasi terhadap tahanan, dan melarang mereka bergabung dalam acara keagamaan bersama. Tidak hanya itu, para tahanan pun (sering kali) dipindahkan dari satu penjara ke penjara lainnya.

Ashqar juga mengungkapkan bahwa banyak tahanan di sejumlah pusat penahanan dan sel isolasi, yang tidak diberitahu terkait waktu iftar dan sahur. Mereka tidak bisa melihat matahari terbit dan terbenam, atau pun mendengar suara azan.

Benar, sungguh ironis, ketika tahanan Palestina yang sebenarnya tidak bersalah itu, harus mengisi bulan suci Ramadan dengan kepedihan-kepedihan yang tidak berujung. Bagaimana? Sudahkah kita bersyukur hari ini, bahwa kita tidak pernah menjalani bulan Ramadan di dalam bui? (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Samidoun

Rek. Donasi:

Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina.

Konfirmasi donasi:

Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (http://bit.ly/kasihpalestina)

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita

2 Comments

Comments are closed.