Pahlawan Wanita Palestina - Kasih PalestinaInspirasi

Khalida Jarrar, Pahlawan Wanita Palestina di Dalam Tahanan Israel

Kasihpalestina.com – Khalida Jarrar, wanita tangguh Palestina yang belum lama ini bebas dari tahanan administratif Israel, yang hingga akhir tidak disebutkan atas kesalahan apa ia dihukum. Ia kemudian membagikan pengalamannya selama 20 bulan di penjara, dan bercerita bagaimana Khalida membantu para tahanan wanita di sana.

Suatu hari, dirinya pernah ditanya apakah Khalida khawatir apabila Israel menahannya lagi. Ia kemudian mengatakan, “Mengapa Anda semua (jurnalis) menanyakan saya itu?” ia bertanya, sebelum akhirnya menjawab.

“Pertanyaan ini (sebenarnya) untuk pendudukan, saya pikir,” ucapnya, “Akankah pendudukan meneruskan penghancuran rumah warga Palestina? Apakah mereka berencana terus menyangkal hak kami atas tekad nasional?”

“Apabila pendudukan meneruskan, kalau begitu saya tidak akan berhenti berbicara tentang isu-isu ini.”

Jarrar ditahan di bulan Juli 2017 dan menghabiskan waktu 20 bulan dalam tahanan administratif. Bentuk penahanan seperti ini – tanpa tuduhan atau pengadilan dan berdasarkan bukti rahasia – hampir secara eksklusif digunakan terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, juga bersifat ilegal menurut hukum internasional ketika digunakan dengan cara yang dilakukan Israel.

Jarrar adalah aktivis wanita yang sebelumnya pernah mendekam di dalam penjara Israel, dan secara total, ibu dua anak ini telah menghabiskan waktu lebih dari dua tahun dalam tahanan administratif.

Selama masa penahanannya, Jarrar, bersama dengan ratusan warga Palestina lain yang ditahan dalam tahanan administratif, memboikot pengadilan Israel selama hampir satu tahun.

Baca Juga: Soha Aleshawi, Wanita Gaza yang Menginspirasi Dunia

“Secara keseluruhan situasinya tidak adil. Kami memiliki hak untuk melindungi diri kami atau bahkan dibuat paham, mengapa kami ditahan. Jadi, mengapa kita harus muncul di pengadilan?”

Pembelaan di Penjara

Lama waktu Jarrar di penjara hanya menyegarkan kembali pembelaannya untuk hak wanita. Selama dirinya di dalam penjara tahun 2015, ia mengatakan bahwa dirinya berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Urusan Tahanan Palestina, agar mengizinkan tahanan wanita melakukan ujian matrikulasi sekolah menengah, untuk pertama kalinya, di balik tembok penjara.

Sejak saat itu, ia memperkirakan sekitar 30 wanita di penjara Israel HaSharon telah lulus ujian, termasuk aktivis remaja yang terkenal: Ahed Tamimi, dan ibunya: Nariman.

Jarrar telah menghabiskan bertahun-tahun untuk mendokumentasikan berbagai pelanggaran terhadap anak-anak Palestina dan tahanan yang terluka. Ia juga telah merekam testimoni dari para tahanan selama ia berada di balik jeruji.

Membantu tahanan wanita menjadi lebih baik di dalam tahanan melalui pendidikan, adalah aspek paling penting dari pekerjaannya, ungkap Jarrar.

Ketika wanita menerima pendidikan di dalam penjara, “Mereka sadar bahwa ketika mereka dibebaskan, mereka dapat benar-benar melakukan sesuatu, dan mereka tidak hanya menghabiskan waktu mereka…” (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)

Call Center (konfirmasi & informasi): 08123 2011 55

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita