Berita

Pelangi Ramadan di Palestina

Kasihpalestina.com – Palestina, negeri yang hingga hari ini masih berada dalam cengkeraman penjajah. Bagi mereka, setiap hari adalah episode demi episode perjuangan. Meski begitu, pelangi selalu muncul setelah derasnya hujan yang turun, seperti Palestina yang pasti memiliki hari-hari bahagia di kehidupannya, yakni ketika Ramadan datang.

Zulfiqar Sheth, mahasiswa doktoral di Universitas Muslim Aligarh, India, bercerita tentang Ramadan di Palestina setelah ia berkunjung ke sana. Ia juga mengatakan, “Kedamaian dan kemakmuran adalah kebutuhan mendesak di dunia ini. Semoga Ramadan ini membawa kedamaian dan kemakmuran, tidak hanya untuk warga Palestina tapi juga seluruh dunia.” Inilah cerita Zulfiqar;

“Aroma dari shwarma, hummus, zaitun dan falafel, qatayef, gerobak-gerobak yang dipenuhi toples demi toples jus carob dan jus tamarin, pasar yang dipenuhi orang-orang, lampu juga jalanan yang dihiasi, penjualan kurma Medjoul, permen serta makanan ringan di mana-mana, jalanan yang ramai menuju Masjid Al-Aqsha – ini adalah Ramadan di tanah yang murah hati, Palestina.

Beribadah di masjid selama bulan suci adalah salah satu tradisi Ramadan yang paling lumrah. Muslim di seluruh dunia lebih memilih beribadah di masjid khususnya saat salat Magrib (matahari terbenam) dan Tarawih (malam opsional). Tidak terkecuali untuk Palestina. Bagaimanapun, orang-orang di sana beruntung ketika mereka mampu melaksanakan ibadah di situs suci agama Islam, di mana dulu menjadi kiblat pertama untuk salat.

Salah satu contoh spesifik budaya Ramadan di Palestina adalah berkumpul untuk iftar (buka puasa) di Masjid Al-Aqsha. Orang-orang berkumpul di kompleks masjid sebelum buka puasa, berbuka dengan kurma, air mineral, dan minuman-minuman lain seperti jus carob, jus tamarin, jus almon, dan lainnya. Lalu, menyantap makanan berbuka di halaman masjid, menikmati lua ruangan di lingkungan masjid yang indah.

Banyak juga organisasi atau pun individu yang menyelenggarakan acara berbuka puasa di Masjid Al-Aqsha. Mereka memberikan makanan pada orang yang berpuasa, yang dianggap sebagai tindakan terpuji.

Baca Juga: Ramadan Menyatukan Kita

Acara berbuka puasa ini tidak hanya ditujukan pada mereka yang membutuhkan, namun juga untuk setiap orang yang hadir, untuk banyak orang yang bekerja di Yerusalem namun tidak tinggal di sana, dan orang-orang yang tidak sempat pulang ke rumah ketika waktu berbuka tiba, sehingga mereka juga dapat menikmati makanan berbuka.

Di samping buka puasa umum yang diselenggarakan pihak tertentu, sangat lumrah bagi warga untuk membawa makanan berbuka mereka dengan ‘gaya’ piknik, dan menyantapnya di halaman masjid. Setelah buka puasa, orang-orang pergi keluar dan mengunjungi pasar di dekat masjid. Kedai kopi adalah pilihan yang sangat biasa, di mana orang-orang memilih kopi Arab untuk dinikmati.

Kebanyakan orang memilih makanan tradisional selama bulan Ramadan. Qatayef, jus carob, jus tamarin, kurma, sejumlah makanan penutup seperti kanafeh, baklava, warbat adalah pilihan yang terkenal di bulan Ramadan. Makanan seperti fattehs, maqlubah, dan qidreh adalah yang paling sering dipilih selama bulan suci. Sayuran isi, sup, dan kehwa (teh Arab) adalah panganan sehari-hari di bulan tersebut.

Sementara itu, makanan yang sering kali menemani santap sahur adalah hawader, nawashef, hummus, susu, kurma, dan falafel.

Warga Palestina begitu menunggu datangnya bulan Ramadan. Bulan suci ini dirayakan secara besar-besaran, dan terdapat semangat yang unik di bulan tersebut.  Dari sisi spiritualitas dan filosofi, persahabatan, ketaatan berbuka puasa, ritual Ramadan, dan kegiatan berbuka puasa bersama keluarga (yang dalam artian Palestina meliputi seluruh orang Palestina), hingga saling berkunjung dan berkumpul di Al-Aqsha. Orang-orang Palestina sangatlah ramah. Mereka menghargai kehidupan dan merayakannya bersama sebagai satu keluarga.

Walaupun Ramadan dirayakan oleh Muslim, mereka yang bukan penganut agama Islam di Palestina, juga ikut merayakannya bersama teman dan Muslim di lingkungan mereka.” (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Two Circles

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)

Call Center (konfirmasi & informasi lanjutan): 08123 2011 55