Kasihpalestina.com – Bersama kesulitan ada kemudahan. Itulah yang tertulis dalam salah satu ayat di Alquran. Hal yang sama pun, berlaku untuk Jalur Gaza. Meski pemblokadean telah mencekik warga begitu lamanya, cercah harapan selalu ada untuk wilayah tersebut.

Hal ini terjadi di sektor kesehatan. Ketika fasilitas kesehatan di Gaza terbatas disebabkan oleh berbagai hal, termasuk unit layanan kesehatan untuk pasien kanker anak-anak, akhirnya harapan pun muncul.

Hal ini diceritakan oleh Rumah Sakit Al-Rantisi yang mengkhususkan diri dalam perawatan anak, yang menangani pasien bernama Suhaib Al-Aneizi. Awalnya, Suhaib didiagnosa menderita anemia. Akan tetapi, bocah 5 tahun tersebut kemudian mendengar kabar buruk. Ketika ia mengalami gejala yang sama dan diperiksa di Rumah Sakit Augusta Victoria, Yerusalem Timur, dokter memvonisnya dengan penyakit kanker.

Radwan Abu Warda, perawat yang membantu perawatan Suhaib, berkata, “Kadang-kadang pasien harus menjalani kemoterapi sambil duduk di atas kursi. Kami tidak memiliki cukup ranjang.”

Beruntungnya, situasi akan membaik akhir bulan ini, ketika departemen baru akan dibuka di rumah sakit tersebut. Memakan dana sebesar USD 3,5 juta, departemen baru telah dibangun sebagai inisiasi dari Dana Bantuan Anak-anak Palestina (Palestine Children’s Relief Fund (PCRF)). Departemen diberi nama sesuai dengan nama pendiri PCRF: Musa dan Suhaila Nasir.

Baca Juga: Apa Kabar dengan Sektor Kesehatan di Gaza?

(http://kasihpalestina.com/2018/11/apa-kabar-dengan-sektor-kesehatan-di-gaza/)

Kanker adalah penyebab utama kematian, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa di Gaza. Anak-anak dengan penyakit serius, termasuk kanker, biasanya harus meninggalkan Gaza untuk menerima perawatan medis. Akan tetapi dalam berbagai kasus, mereka sering kali dilarang bepergian (untuk mendapatkan perawatan) oleh penjajah Israel.

Maka, keluar dari wilayah pemblokadean adalah sesuatu yang begitu sulit. Dengan adanya departemen baru di Gaza ini, akan sangat membantu perawatan anak-anak dengan penyakit kanker.

“Kami akan mulai menyediakan seluruh kebutuhan medis yang diperlukan untuk anak-anak tersebut, semampu kami,” ucap Steve Sosebee, presiden PCRF.

Menurut Steve, pemblokadean Israel menjadi “rintangan sebenarnya” di mana lembaga tersebut haruslah selesaikan. “Beberapa barang dapat memasuki Gaza dalam waktu singkat. Untuk barang-barang lain, perlu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.”

Krisis listrik dan obat-obatan adalah beberapa dari permasalahan lain yang dihadapi rumah sakit di Gaza. Pada bulan Oktober, Gudang obat pusat di Gaza menyatakan bahwa obat-obatan berada dalam kondisi krisis.

Sekitar 44 persen obat-obatan benar-benar habis pada saat itu. Melalui Gaza, diperkirakan 65 ribu pasien anak-anak terkena dampak, akibat krisis pasokan energi yang tidak memadai ke rumah sakit tahun 2018. Krisis menyebabkan pembatalan sejumlah operasi di rumah sakit di Gaza.

Walaupun departemen yang baru di Al-Rantisi didanai oleh sektor swasta, departemen akan beroperasi di rumah sakit umum.

Harapan-harapan itu selalu ada, karena pertolongan Allah sangatlah dekat. Seperti yang dialami oleh Rumah Sakit Al-Rantisi. Meski pemblokadean menghambat bahkan perawatan untuk pasien kanker anak-anak. Bantuan pun datang, dengan rencana dibuatnya departemen baru khusus untuk pasien kanker. Masyaallah… (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Days of Palestine

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina

Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)