Intervensi Penjajah Israel di Al-AqshaAl-Aqsha

Intervensi Penjajah Israel di Masjid Al-Aqsha

Kasihpalestina.com – Penjajah Israel sering kali terlihat ikut campur dalam urusan yang berkaitan dengan Masjid Al-Aqsha, sementara tanggung jawab terhadap Al-Aqsha dipegang oleh Lembaga Wakaf Al-Quds, yang berada di bawah Kementerian Wakaf dan Tempat Suci Islam di Yordania.

Hal itu Israel lakukan demi menguasai Gunung Kuil. Maka dari itu, pengebirian peran Lembaga Wakaf Islam, juga upaya mengintervensi peran dan tugas mereka merupakan kemestian bagi penjajah. Upaya tersebut dirinci menjadi tiga bentuk kegiatan;

1. Melarang kegiatan renovasi dan mengintervensi peran lembaga wakaf.

Pelarangan melakukan renovasi ini menyebabkan rusak dan runtuhnya marafiq Masjid Al-Aqsha, juga sebagai upaya pembenaran terhadap intervensi lembaga peninggalan Israel dengan alasan bahwa Lembaga Wakaf Islam tidak melakukan renovasi sesuai dengan kondisi yang menimpa masjid. Dengan cara seperti itu, Israel berupaya melemahkan fungsi dan perang Lembaga Wakaf Islam.

2. Menghalangi peran aktivis lembaga wakaf.

Beragam peran dijalankan oleh para aktivis lembaga wakaf, seperti: imam, khatib, penjaga masjid (murabithun/murabithah), dan bagian arsitektur serta kebudayaan. Penjajah menghalangi mereka dalam menjalankan peran terkait, bahkan sering kali melakukan aksi represif terhadap para aktivis, seperti mencegah, juga menangkap beberapa penjaga masjid, yang menghalangi penyerbuan Yahudi terhadap Masjid Al-Aqsha. Israel menganggap cara itu dapat memberikan efek jera terhadap aktivis lain, sehingga akan berpikir panjang apabila memainkan peran mereka secara maksimal.

Baca Juga: Penjajah Nistakan Al-Aqsha dengan Menjadikannya sebagai Obyek Wisata Israel

3. Mengambil alih tugas penerbitan izin masuk dan membatasi kedatangan jemaah salat.

Secara resmi Lembaga Wakaf Islam di Al-Quds adalah pihak yang memiliki kendali dan pengawasan atas seluruh kunci pintu Masjid Al-Aqsha, juga setiap orang yang ingin memasuki masjid. Lembaga ini memegang seluruh kunci pintu masjid, kecuali Pintu Al-Magharibah yang dirampas Israel sejak 1967.

Salah satu cara yang dilakukan Israel untuk menguasai pintu-pintu Masjid Al-Aqsha adalah dengan memecahkan gembok salah satu pintu masjid dan menggantinya dengan gembok baru, dengan kunci berada di tangan pihak Israel.

Penguasaan terhadap pintut-pintu masjid akan memuluskan Israel dalam mengatur kunjungan wisatawan asing, yang awalnya dikelola pihak Lembaga Wakaf Islam. Israel memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelaskan sejarah Masjid Al-Aqsha menurut perspektif mereka kepada para wisatawan, yaitu sebagai bangunan ilegal di atas Gunung Kuil. Hal ini mengakibatkan orang-orang Yahudi dapat menyusup secara mudah ke dalam Al-Aqsha, dengan menyamar sebagai wisatawan.

Itulah beberapa poin yang merupakan intervensi Israel terhadap tempat ibadah umat Islam, kompleks Masjid Al-Aqsha di Al-Quds (Yerusalem), Palestina. Semoga hal ini menjadi seruan untuk umat Islam di seluruh dunia, agar melindungi situs suci umat Islam itu dengan sepenuh hati. Aamiin… (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)