Yerusalam di Masa Yunani Kuno - Kasih PalestinaArtikel

Kota Yerusalem di Masa Yunani Kuno

Kasihpalestina.com – Mempelajari sejarah memanglah sangat penting. Seperti yang dikatakan oleh seorang ustaz ahli sejarah, Budi Ashari, bahwa memecahkan permasalahan yang ada di zaman ini adalah dengan mempelajari pola masa lalu (sejarah). Maka dari itu, pada edisi ensiklopedia pekan ini, Kasih Palestina akan berbagi sedikit mengenai kondisi kota Yerusalem (Al-Quds) di masa Yunani Kuno.

Melansir dari Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha, pada tahun 334 sebelum masehi Aleksander Agung dari Kekaisaran Makedonia, sebelah timur laut Yunani, menginvasi kekuasaan Persia di Asia Minor (Anatolia). Serangkaian serangan militer berlangsung selama sepuluh tahun hingga kekuasaannya membentang mulai dari Laut Adriatik (Italia) sampai Sungai Idrus (India), termasuk di dalamnya adalah Yerusalem, tempat Masjid Al-Aqsha berada.

Peradaban Yunani Kuno membawa pengaruh pada penyebaran hellenisasi. Hellenisasi adalah istilah yang dipakai untuk penyebaran bahasa, budaya, dan penduduk Yunani ke daerah-daerah yang berhasil ditaklukkan oleh Aleksander.

Pengaruh budaya hellenisasi ini bercampur dengan budaya lokal. Apakah pengaruh budaya Yunani Kuno yang merupakan penyembah dewa ini, juga berpengaruh pada budaya orang-orang beriman dari Bani Israel di tanah suci?

Baca Juga: Perjanjian Umar, Sebuah Kesepakatan setelah Penaklukan Kota Al-Quds

Yerusalem tidak berada di jalur perdagangan utama. Kafilah-kafilah yang berhenti di kota-kota besar, seperti Petra dan Gaza, tidak mempunyai alasan untuk pergi ke Yerusalem. Kehidupan warganya hanya seputar Taurat, yang dianggap kuno.

Tampaknya, Yerusalem lebih cocok dengan masa lalu ketimbang dengan modernitas yang merambat k daerah itu dari Barat. Oleh karena itu, ketika masa Aleksander berkuasa, hellenisasi tidak berpengaruh terhadap tanah suci.

Akan tetapi, semua berubah ketika Aleksander meninggal pada tahun 323 SM. Orang-orang Yahudi Yerusalem mengalami hellenisasi secara destruktif, mengandung kekerasan dan militeristik. Mereka melukiskan Yunani sebagai sesuatu yang jahat dan kuat. Sebagai bukti terjadinya hellenisasi adalah pusara keluarga pendeta Bene Hezir di Lembah Kidron, yang memperlihatkan suatu fusi yang menarik antara gaya Yunani dan Oriental.

Itulah sedikit pengetahuan sejarah terkait kota Yerusalem (Al-Quds) di masa lalu, khususnya pada masa Yunani Kuno. Selengkapnya dapat dicari pada sumber-sumber valid lain. Semoga bermanfaat! (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)