Remaja di Palestina - Kasih PalestinaBerita

Kesamaan Luka Pererat Persahabatan Dua Remaja Palestina  

Kasihpalestina.com – Memang benar, eratnya tali persahabatan dilandasi oleh persamaan (tertentu), dan ia bisa disebabkan pula oleh kesamaan luka. Hal itu dibuktikan oleh dua remaja Palestina, Ramzi Ajamiah dan Issa Al-Muti.

Sejak kelas satu, Ramzi (17) dan Issa (16) sudah bersahabat. Duo itu sering kali terlihat berangkulan satu sama lain, dan berkeliaran di lorong-lorong sempit yang dipenuhi oleh grafiti di antara rumah-rumah mereka, di barak pengungsian Dheisheh dekat Bethlehem, Tepi Barat.

Persahabatan keduanya semakin dalam setelah Ramzi dan Issa ditembak di bagian kaki, dan menyebabkan luka yang sangat serius.

“Persaudaraan kami terikat dengan solidaritas mengenai luka. Dia terluka dan aku terluka. Kami menderita hal yang sama,” ucap Ramzi.

“(Persahabatan kami) seperti sebuah batu. Kami bersatu dalam luka.”

Bulan September 2015, dan Issa masih 12 tahun. Itulah pertama kali ketika Issa terluka. Aksi protes dan konfrontasi dengan tentara Israel pecah di bagian utara Bethlehem. Setelah tahu bahwa adik laki-lakinya pergi ke sana, Issa bergegas untuk mencari sang adik.

Issa kebingungan mencari adiknya, gas air mata disemprotkan dan peluru ditembakkan oleh tentara Israel. “Pada saat itu, seorang tentara (Israel) melepaskan tembakan pada kami,” ucap Issa.

“Aku ditembak dengan empat peluru di kaki. Kakiku menghitam, darah tidak keluar,” jelasnya.

Baca Juga: Guru Palestina Masuk 50 Besar Finalis “Hadiah Guru Global”

Sebuah ambulans Israel membawa Issa ke Pusat Medis Hadassah di Yerusalem, di mana selama tiga bulan ia dirawat di sana – ia juga diborgol di tempat tidur rumah sakit.

Peluru yang ditembakkan Israel melukai pembuluh darah di kaki kanan Issa, menyebabkan kelemayuh/gangraena (penyakit yang disebabkan oleh matinya jaringan tubuh, KBBI) menyebar. Akhirnya, dokter terpaksa mengamputasi bagian kakinya.

Issa kemudian pergi ke Amerika Serikat untuk menjalani pengobatan tambahan di tahun 2016. Ketika Issa kembali ke Dheisheh, dirinya menemukan Ramzi di rumah sakit. Tentara Israel menembak Ramzi di kedua kakinya saat tentara menggerebek barak pengungsian. Selama Ramzi dirawat, Issa terus menemani sahabat karibnya tersebut.

“Aku menjalani perawatan untuk lukaku, dan aku berterima kasih pada Tuhan, kini aku dapat berjalan. Tapi ini sudah hampir dua tahun, dan aku masih memerlukan lebih banyak perawatan,” ucap Ramzi.

Remaja tersebut berkata bahwa penyembuhannya terganggu dua minggu setelah ia keluar dari rumah sakit, ketika tentara Israel menahan dirinya dalam penggerebekan satu malam di rumah Ramzi.

Sesudah itu, ia menghabiskan dua minggu di penjara militer Israel Ofer dekat Ramallah, Tepi Barat, di mana ia mengatakan bahwa otoritas penjara mengabaikan lukanya, menyebabkan cedera Ramzi memburuk.

Benar, persahabatan keduanya semakin erat karena adanya kesamaan luka. Meski begitu, Ramzi dan Issa tidak berputus asa. Mereka juga ada untuk satu sama lain, dan terus berjuang di dalam kehidupan. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Electronic Intifada

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina

Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)

Rek. Donasi Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza – Palestina:

Bank Syariah Mandiri (451): 500 600 888 9 a.n Kasih Palestina

Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita