Kasihpalestina.com – Sudah sepantasnya seorang muslim harus saling memperhatikan dan menyayangi sesama saudara. Sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits, “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi seumpama tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lain akan susah tidur atau ikut merasakan sakit.” (HR. Muslim)

Kebenaran hadits tersebut dirasakan betul oleh Pamilu Raharjo, seorang Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), atau dikenal dengan petugas kebersihan yang ikut merasakan pilu atas perang yang menimpa muslim Palestina.

Pria berusia 36 tahun ini mendapat dorongan kuat dalam hatinya untuk terlibat membantu dan memberikan perhatian tulus pada saudaranya di sana. Memang, sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Pamilu sudah tertarik dan mengikuti isu-isu kepalestinaan khususnya di media sosial Facebook.

“Cuma, saat kerja saja baru bisa benar-benar kontribusi dengan rezeki yang saya punya,” ungkap pria yang sudah sejak lama tinggal di Jakarta ini.

Ketika ditanya mengenai alasan di balik perhatiannya pada isu Palestina, Pamilu mengaku bahwa negara Palestina berbeda. Ia melihat penderitaan rakyat Palestina tidak kunjung usai. Meski, tak menampik banyak pula saudara muslim di negara lain yang juga mengalami konflik. Dan hal itu, tak lantas membuat ia membeda-bedakan penderitaan muslim yang ada. Perhatian dan doa tetap ia langitkan untuk setiap muslim yang sedang berjuang dimanapun. Hanya saja, perang Palestina ini adalah kejadian unik yang Allah tuliskan langsung dalam Alquran.

“Jutaan keluarga dibantai Zionis Israel apalagi korbannya anak-anak, belum lagi yang dipenjara. Itu yang membuat saya semakin tidak bisa meninggalkan rakyat Palestina, walaupun saya hanya tukang sapu, tetap saya tidak melupakan mereka, bikin saya kepikiran kalau mau tidur. Saya bisa tidur dengan pulas, lalu mereka?”

“Walaupun Inshaa Allah, Allah janjikan kemenangan, tapi apa salahnya kalau bisa bantu dengan rezeki yang kita punya,” jelasnya.

Baca Juga: Penyaluran Tahap Awal Donasi Pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia, Gaza

Profesi yang disandang Pamilu mungkin tidak bonafid. Penghasilannya pun tak seberapa. Namun keinginannya untuk berkontribusi dalam donasi sangat besar. Terbukti saat ia tak ingin ketinggalan dalam proyek mahakarya yang kini tengah digarap bangsa Indonesia —pembangunan Masjid Istiqlal Indonesia— di Gaza. Tanpa keraguan, sejumlah rupiah ia donasikan untuk berdirinya masjid di negeri saudara-saudara tercinta.

Mengetahui informasi tersebut dari media sosial yang sama, Facebook, Pamilu merasa begitu senang. Ia pun berkomitmen untuk memberikan donasi setiap bulannya.

Tidak hanya itu, ia tidak lupa mengajak teman-temannya sesama pasukan oren untuk turut berkontribusi dalam mendukung Palestina. Syukur alhamdulillah, teman-teman Pamilu setuju untuk bergabung.

Dirinya kemudian menitipkan pesan untuk saudara-saudara di Indonesia. “Untuk bangsa Indonesia, semoga lebih peduli lagi dengan rakyat Palestina, karena sebagai muslim terbesar di dunia, harapan mereka adalah bangsa Indonesia. Semoga Allah senantiasa membuka mata hati dan membantu lewat yang mereka bisa, atas penderitaan yang dialami rakyat Palestina.”

Di akhir pertanyaan, ketika dimintai pesan untuk saudara-saudara di Palestina, Pamilu hanya mampu menjawab, “Harus ngomong apa saya? Terharu, saya mau nangis. Cuma satu, saya ingin memeluk mereka.”

Mashaa Allah, ikatan yang lebih kental dari “ikatan darah” memanglah ada. Itu sudah dibuktikan, salah satunya dengan ungkapan tulus dan aksi nyata dari Pamilu. Tak lupa, hingga akhir ia mengingatkan, untuk menyampaikan salam pada saudara-saudara di Palestina, dari ia dan kawan-kawan pasukan oren. (kimikim/kasihpalestina)

 

Rek. Donasi Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza – Palestina:
Bank Syariah Mandiri (451): 500 600 888 9 a.n Kasih Palestina

Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)