Masjid Al-Aqsha - Kasih PalestinaAl-Aqsha

10 Kemuliaan Masjid Al-Aqsha menurut Hadis Sahih

Kasihpalestina.com – Masjid Al-Aqsha yang merupakan masjid suci ketiga di Islam ini memiliki sejumlah kemuliaan, di mana kemuliaan-kemuliaan tersebut juga tertulis dalam hadis Nabi Muhammad Saw.

Menurut Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha, terdapat 10 poin kemuliaan Al-Aqsha menurut hadis, di antaranya:

1. Masjid Al-Aqsha merupakan kiblat pertama umat Islam selama  atau 17 bulan. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis dalam kitab sahih mereka,

“Dari Al-Barra’ bin ‘Azib r.a. berkata: Kami salat bersama Rasulullah Saw menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, kemudian kami berpaling menghadap Kakbah.” Beliau salat pertama kali menghadap Kakbah adalah salat Asar.

Selain berita yang didapatkan pada hadis mengenai rentang waktu antara datangnya Nabi Muhammad Saw ke Madinah dan waktu perpindahan kiblat, yaitu enam belas atau tujuh belas bulan, terdapat pula pelajaran tentang hukum orang yang melaksanakan salat dengan menghadap ke Masjid Al-Aqsha, kemudian ia wafat sebelum perpindahan kiblat. Apakah salat orang tersebut tetap diterima?

Imam Bukhari memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan memberikan judul hadis: Salat adalah bagian dari keimanan. Kemudian, ia menyebutkan ayat dalam surat Al-Baqarah:143, “Dan Allah Swt tidak akan menyia-nyiakan imanmu,” yaitu salat kalian yang menghadap ke Baitul Maqdis.

2. Masjid Al-Aqsha merupakan bangunan kedua yang didirikan di atas muka bumi. Kemuliaan tersebut bertambah, karena bangunan itu dibangun berdasarkan wahyu dari Allah Swt, sebagaimana Masjid Al-Haram.

Dari Abu Dzar r.a. berkata: “Wahai Rasulullah Saw, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah Swt di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram.” Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha.” Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun,” kemudian di mana pun engkau mendapatkan (waktu) salat, maka salatlah karena tanah yang engkau pijak adalah (termasuk) masjid. (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dalam hadis di atas adalah peletakan batu pertama atau pembangunan fondasi masjid. Karena pembangunan secara utuh berupa masjid baru ada pada masa Ibrahim As yang membangun Kakbah, dan Sulaiman As yang membangun Masjid Al-Aqsha, serta jarak antara pembangunan Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsh tersebut lebih dari seribu tahun.

Baca Juga: Ensiklopedia Al-Aqsha: Luas Kompleks Masjid

3. Allah Swt memberikan kemuliaan pada Masjid Al-Aqsha dengan salatnya Rasulullah Muhammad Saw sebagai imam dari para nabi dan rasul, ketika malam Isra dan Mikraj.

Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah Saw: “… Dan sungguh telah diperlihatkan kepadaku jemaah para nabi. Adapun Musa, dia sedang berdiri salat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan dia termasuk suku Sanu’ah. Dan ada pula Isa bin Maryam As sedang berdiri salat. Manusia yang paling mirip dengannya adalah ‘Urwah bin Mas’ud Ats-Tsaqafi. Ada pula Ibrahim As sedang berdiri salat. Orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian ini, yakni beliau sendiri. Kemudian diserukanlah salat. Lantas aku mengimami mereka. Seusai salat, ada yang berkata (Jibril): “Wahai Muhammad, ini adalah Malik, penjaga neraka. Berilah salam kepadanya!” Aku pun menoleh kepadanya, namun dia mendahuluiku memberi salam. (HR. Muslim)

4. Keutamaan Salat di Masjid Al-Aqsha

Orang yang salat di Masjid Al-Aqsha akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda:

“Sesungguhnya ketika Sulaiman bin Dawud selesai membangun Baitul Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Swt agar (diberi taufik) dalam memutuskan hukum yang menepati hukum-Nya, dan meminta dianugerahi kerajaan yang tidak patut dimiliki oleh seseorang setelahnya, serta memohon agar tidak ada seorang pun yang berkeinginan salat di dalam masjid, kecuali agar diampuni kesalahannya seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya. Nabi Saw bersabda, ‘Adapun kedua permintaan, telah diberikan. Dan aku berharap, yang ketiga pun dikabulkan.’”.

5. Di dalam dan sekitarnya terdapat at-thaifah al-manshurah(kelompok yang dimenangkan Allah Swt), hingga hari kiamat.

Orang-orang yang berada di garda terdepan dalam membela kesucian Masjid Al-Aqsha dari kejahatan musuh-musuhnya berada di tanah Syam, sebagaimana penjelasan para perawi hadis dari sabda Rasulullah Saw.

Umair bin Hani’ (perawi hadis) berkata: Ia mendengar Mu’awiyah berkata: Aku mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda: “Tidak henti-hentinya sekelompok dari umatku yang menegakkan perintah Allah Swt. Orang-orang yang mengkhianati dan menentang mereka tidak menjadikan hal tersebut sebagai bahaya, hingga datang kepada mereka keputusan Allah Swt (hari kiamat), dan mereka tetap dalam keadaan demikian.” Umair berkata: Malik bin Yukhamir berkata: Mu’az berkata bahwa mereka berada di Syam. Umair berkata: Malik ini menganggap beliau mendengar Mu’az berkata bahwa mereka berada di Syam. (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Pahala orang yang salat di Masjid Al-Aqsha lebih banyak dibanding salat di masjid lain, selain Masjid Al-Haram dan An-Nabawi.

Dalam satu riwayat, Rasulullah Saw menyebutkan pahala orang yang salat di Masjid Al-Haram yaitu seratus ribu kali lipat. Adapun orang yang salat di Masjid An-Nabawi pahalanya seribu kali lipat, dan orang yang salat di Masjid Al-Aqsha lima ratus kali lipat.

Dari Jabir r.a. berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Salat di Masjidil Haram sama nilainya dengan seratus ribu salat. Salat di Masjid Nabawi ini sama nilainya dengan seribu salat. Dan salat di Masjid Al-Aqsha sama nilainya dengan lima ratus salat.” (HR. Baihaqi)

7. Keutamaan Iktikaf di Masjid Al-Aqsha

Ibadah iktikaf merupakan salah satu ibadah mulia. Ia tidak sah dilakukan kecuali di dalam masjid, dan tidak dikhususkan di salah satu masjid, namun jika dikerjakan di salah satu dari tiga masjid utama, tentu pahalanya lebih besar dari masjid lainnya. Dari Abu Wa’il r.a., ia berkata:

Huzaifah bin Al-Yaman berkata kepada Ibnu Mas’ud: Iktikaf antara rumahmu dan rumah Abu Musa tidak berubah (artinya sama saja, tidak sah), dan engkau mengetahui bahwa Rasulullah Saw telah bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang yang tidak mendapatkan amanah, dan tidak sempurna agama seseorang yang tidak memenuhi janjinya.”

8. Masjid Al-Aqsha termasuk tiga masjid yang diperintahkan untuk dikunjungi.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekah), dan masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina).” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Masjid Al-Aqsha adalah salah satu tempat terlarang bagi dajal untuk bisa masuk ke dalamnya, sebagaimana Masjid Al-Haram dan Masjid An-Nabawi.

Dari Mujahid berkata: “Kami dipimpin Junadah bin Abi Umayyah selama enam tahun; beliau bangkit dan berkhotbah, lalu berkata: Kami pernah mendatangi seorang sahabat Rasulullah Saw dari kalangan Anshar. Kami menemuinya dan berkata: “Sampaikanlah kepada kami apa yang pernah engkau dengar dari Rasulullah Saw dan jangan sampaikan apa yang engkau dengar dari orang-orang,” lalu kami memaksanya untuk itu. Maka, ia pun berkata: Rasulullah Saw berdiri dan bersabda: “Aku peringatkan kalian dari Al-Masih (dajal), matanya buta sebelah. Ia berkata: Saya yakin beliau Saw berkata mata sebelah kiri. Berjalan bersamanya bukit roti dan sungai air. Tanda-tandanya: Dia tinggal di bumi ini selama empat puluh hari, kekuasaannya mencapai semua tempat, namun ia tidak dapat mendatangi empat masjid: Masjid Kakbah, Masjid Rasulullah Saw, Masjid Al-Aqsha, dan Masjid Ath-Thur. Walaupun demikian, ketahuilah, sesungguhnya Allah Swt tidak buta sebelah.’ Ibnu ‘Aun (perawi hadis) berkata: Saya yakin beliau telah berkata: “Dan ia (dajal) diberi kekuasaan atas satu jiwa lalu membunuhnya dan menghidupkannya, dan tidak diberi kekuasaan pada selainnya.” (HR. Ahmad)

10. Pembebasan Masjid Al-Aqsha adalah salah satu tanda datangnya hari kiamat.

Dari Auf bin Malik berkata: Aku mendatangi Nabi Muhammad Saw pada Perang Tabuk sedangkan beliau sedang berada di dalam kubah yang terbuat dari kulit. Beliau bersabda: “Hitunglah enam (tanda) menjelang datangnya hari kiamat: kematianku; pembebasan Bait Al-Maqdis; kematian yang banyak dari wabah binatang ternak; harta yang berlimpah hingga seseorang diberikan seratus dinar tapi dia marah; fitnah tersebar di tiap-tiap rumah Arab; kemudian terjadi gencatan senjata antara kalian dengan orang-orang kulit kuning (Romawi), lalu mereka berkhianat dan mendatangi kalian dengan delapan puluh bendera kelompok. Setiap satu bendera terdiri dari dua belas ribu pasukan.” (HR. Bukhari)

Itulah beberapa kemuliaan dari Masjid Al-Aqsha yang tertera dalam hadis-hadis Nabi Muhammad Saw. Semoga menjadi pengetahuan baru dan penambah keimanan. Aamiin… (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)