Kaleidoskop Ancaman dan Penistaan Al-Aqsha - Kasih PalestinaAl-Aqsha

Kaleidoskop “Ancaman dan Penistaan Masjid Al-Aqsha” (Tahun 1967 – 1968)

Kasihpalestina.com – Sejak dahulu, Zionis Israel sudah begitu berniat menghancurkan Al-Aqsha. Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha karya tim Aspac for Palestine merangkum sejumlah bukti ancaman dan penistaan terhadap Al-Aqsha, dalam kaleidoskop tahun 1967 – 1968. Berikut Kasih Palestina sampaikan bukti-bukti penistaan.

1. Tahun 1967

  • 6 Juni: Yahudi mengebom Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dengan bom mortir dan merusak beberapa kubah serta bangunan. Lebih dari dua puluh tempat di Masjid Al-Aqsha rusak, termasuk Menara Pintu Asbat.
  • 7 Juni: Jenderal Mordechai Gur bersama prajuritnya memasuki Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, pada hari ketiga sejak permulaan perang 1967. Mereka mengangkat bendera Israel di atas Qubbatu Ash-Shakhrah, membakar Alquran, melarang kaum Muslim melaksanakan salat, merampas kunci-kunci pintu masjid, dan menutup pintu masjid selama sepekan demi melarang salat dan azan di dalamnya. Selanjutnya, kunci-kunci tersebut, selain kunci Pintu Al-Magharibah, dikembalikan pada kantor wakaf Islam, sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap urusan masjid setempat. Hingga saat ini, Israel tidak mengembalikan kunci tersebut, agar mereka bisa masuk ke masjid tanpa izin kantor wakaf. Dinding Buraq dikuasai dan menjadi tempat ziarah bagi Yahudi, kaum Muslim dilarang memasukinya.
  • 11 Juni: Pembersihan total kampung Al-Magharibah dari rumah-rumah, sekolah-sekolah, dan masjid-masjid. Kampung tersebut berdempatan dengan masjid dari arah barat, sebagai tempat wakaf yang dikhususkan bagi kaum Muslim yang berdatangan dari Maroko sejak ratusan tahun lalu.
  • 15 Juni: Pendeta Yahudi Shalomo Garon (pendeta agung bagi militer Yahudi) dan lima puluh pengikutnya melaksanakan ibadah di pelataran Al-Aqsha.
  • 15 Juli: Pengadilan Agama Islam menolak permohonan organisasi Freemasonry Amerika untuk membangun Kuil Sulaiman di wilayah Masjid Al-Aqsha, dengan biaya 100 juta dolar Amerika.
  • 15 Agustus: Pemimpin rabi Yahudi ditemani beberapa polisi melaksanakan ritual di pelataran Masjid Al-Aqsha.
  • 10 September: Umat Islam Palestina memprotes penghapusan izin masuk bagi para pengunjung Masjid Al-Aqsha.

    2. Tahun 1968
  • April: Otoritas Israel melakukan kembali rencana pembangunan kampung Yahudi, dan langkah pertama yang dilakukan adalah menyita seluruh bangunan kampung.
  • 16 Juni: Pasukan Israel menguasai sudut Fakhariyyah yang terletak di arah barat daya pelataran masjid.
  • 11 September: Seorang ekstremis Yahudi berkebangsaaan Australia, Dennis Michael Rohan, berupaya melakukan aksi pembakaran terhadap Masjid Al-Aqsha, tapi upaya tersebut tidak berhasil. Otoritas Israel sengaja menutupi berita tersebut agar tidak mengundang reaksi keras dan antisipasi besar umat Islam. Setahun kemudian, aksi pembakaran masjid berhasil dilakukan oleh pelaku yang sama.

 Baca Juga: Perjanjian Umar, Sebuah Kesepakatan Setelah Penaklukan Kota Al-Quds

Itulah sedikit contoh kasus penistaan penjajah Israel terhadap masjid suci ketiga, Al-Aqsha. Hanya dua tahun, dari lamanya masa penjajahan mereka di Palestina. Bayangkan, berapa banyak kasus lainnya yang masih dilakukan hingga hari ini. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua akan kekejaman-kekejaman Zionis Israel. (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita