Aksi Kepulangan Akbar - Kasih PalestinaBerita

15 Anggota Keluarga Palestina Ditembak Zionis selama Aksi Kepulangan Akbar

Kasihpalestina.com – Keluarga Abu Ataya telah membayar harga mahal kerena ambil bagian dalam Aksi Kepulangan Akbar. Lima belas anggota dari keluarga besar tersebut menjadi korban luka karena senjata-senjata Israel. Meski begitu, mereka tidak menyesal telah menyuarakan isi hati mereka. Beberapa di antaranya, kemudian berbagi cerita mereka.

Mahmoud Jihad Abu Ataya adalah anggota keluarga pertama yang terluka. Dirinya ditembak di bagian kaki kanan pada hari pertama aksi dimulai, 30 Maret 2018. Dampaknya dirasakan di tulang dan arterinya yang terluka parah dan memerlukan pengobatan yang cukup serius. Ia harus menggunakan batang logam di dalam kakinya.

Hak pulang bagi para pengungsi Palestina – isu utama di dalam aksi – merupakan hal yang sangat penting bagi keluarga Abu Ataya.

Kini tinggal di wilayah Nasser, Kota Gaza, keluarga itu merupakan bagian dari suku Badui Tiyaha. Mereka sebenarnya berasal dari Bir Al-Sabat (Beer Sheva) di wilayah Naqab, wilayah bersejarah Palestina, namun tidak mampu kembali ke sana. Keluarga Abu Ataya diusir pada peristiwa Nakba, yang dilakukan oleh tentara Zionis pada tahun 1948.

Baca Juga: Ensiklopedia Palestina: Penaklukan Al-Quds (Bagian 2)

Sejumlah generasi keluarga Abu Ataya bergabung dalam aksi protes 30 Maret. Mereka begitu terkejut dengan kebrutalan tentara Israel, dalam menggunakan senjata terhadap demonstran-demonstran tak bersenjata. Puluhan demonstran Palestina dibunuh dan hampir 1.500 orang terluka hari itu.

Mahmoud bukanlah satu-satunya dari kelurga Abu Ataya yang terluka hari itu. Sepupunya yang berusia 21 tahun, Oday Wael Abu Ataya ditembak di bagian paha tidak lama kemudian. Di sore harinya, anggota keluarga lain yakni Abd Al-Karim (31) ditembak di kepala dengan bom gas air mata.

Dengarlah Suara Kami

Satu anggota keluarga, Ahmad Jihad (23), mendapatkan luka serius. Ia ditembak di tangan pada Jumat pertama di bulan Juni, menyebabkan kerusakan parah di tulang, tendon dan syarafnya. Akan tetapi, operasi yang dibutuhkannnya tidak tersedia di rumah sakit Gaza. Sejauh ini, ia tidak menerima izin bepergian ke Mesir atau Turki untuk menjalankan operasi.

“Jika saya tidak mendapatkan penanganan di luar negeri, tangan saya akan lumpuh,” ucapnya.

Anggota tertua juga menjadi korban tembak, Ahmad Abd Al-Karim (48). Ia ditembak di kaki kirinya pada 24 September.

“Ada 15 pemuda di keluarga kami – semuanya berusia di atas 20 tahun, dan tidak memiliki pekerjaan,” ucap Ahmad. “Mereka dulu bekerja tapi sekarang tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka. Para pemuda kami berpartisipasi dalam Aksi Kepulangan Akbar sehingga dunia dapat mendengar suara kami. Jika kami diam di rumah, kami akan mati perlahan-lahan.” (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Electronic Intifada

Rek. Donasi Masjid Istiqlal Indonesia di Gaza – Palestina:
Bank Syariah Mandiri (451): 500 600 888 9 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)