Sulitnya Warga Gaza Berobat ke Luar-Kasih PalestinaBerita

WHO: Hanya 1% Pengajuan Berobat ke Luar Gaza yang Disetujui

Kasihpalestina.com – Persentase di bulan September terkait izin Israel bagi warga Gaza yang ingin meninggalkan wilayah pemblokadean untuk melakukan pengobatan (karena terluka dalam Aksi Kepulangan Akbar), lebih rendah dibandingkan angka persetujuan secara keseluruhan: satu berbanding 18 permintaan, atau 1% yang disetujui; satu ditolak; dan 16 ditunda, ucap lembaga kesehatan PBB, World Health Organization (WHO) dalam laporan bulanannya berkaitan dengan akses kesehatan untuk pasien Palestina di wilayah yang diduduki, dipublikasi pada Rabu (31/10).

Melansir dari English.wafa.ps, tertulis bahwa secara keseluruhan hanya 58% permintaan izin untuk pasien Gaza meninggalkan wilayah melalui Israel demi perawatan medis di Yerusalem Timur atau sejumlah rumah sakit Tepi Barat, yang disetujui.

Total 1.074 (555 pria; 519 wanita), atau 58% dari 1.837 permintaan melalui gerbang perbatasan Beit Hanoun/Erez antara Gaza dan Israel, disetujui. Lebih dari sepertiga (37%) izin yang disetujui adalah untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun dan hampir seperlimanya (22%) untuk lansia di atas 60 tahun.

Laporan menyebutkan 95 permintaan/pengajuan pasien (66 pria; 29 wanita), atau (5%) dari keseluruhan, ditolak izin untuk melewati Erez. Mereka yang ditolak termasuk tujuh anak di bawah usia 18 tahun  dan 14 pasien berusia 60 tahun atau lebih.

Jumlah dari 18% yang permintaannya ditolak untuk kepentingan operasi bedah syaraf, 17% untuk pengobatan mata, 17% untuk pembedahan tulang, dan 12% untuk pemeriksaan dan perawatan kanker. Lebih dari 90% permintaan izin yang ditolak yakni untuk janji (dengan dokter) di Yerusalem Timur atau Tepi Barat.

Baca juga: Dua Bersaudara Asal Gaza Buat Dekorasi untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

WHO mengatakan bahwa 668 permintaan pasien (394 pria; 274 wanita), atau 36% dari jumlah keseluruhan, yang ditunda untuk akses perawatannya, tidak menerima tanggapan yang pasti untuk permintaan mereka sampai tanggal janji pertemuan dengan dokter di rumah sakit.

Selain itu, sebanyak 161 permintaan adalah untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun sementara 71 permintaan untuk pasien berusia 60 tahun atau lebih. Dari 668 permintaan yang ditunda, 16% untuk janji bertemu dokter terkait penyakit tumor (onkologi), 15% untuk penyembuhan tulang (ortopedi) dan 10% untuk pengobatan mata. Sisanya 59% untuk 26 bidang penyakit khusus lain.

Dari 1.837 permintaan melewati perbatasan Beit Hanoun/Erez untuk urusan kesehatan, 30%-nya untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun, 17%-nya untuk pasien di atas usia 60 tahun dan 45% permintaannya untuk pasien wanita.

Dua pertiga (67%) permintaan melewati perbatasan Erez untuk janji bertemu dokter di sejumlah rumah sakit Yerusalem Timur, kurang dari seperlimanya (18%) untuk sejumlah rumah sakit Israel dan kurang dari seperenamnya (15%) untuk rumah sakit yang berada di Tepi Barat.

Rumah Sakit Makassed (29%) dan Rumah Sakit Augusta Victoria (29%), keduanya di Yerusalem Timur di mana belum lama ini Amerika Serikat (AS) menghentikan seluruh bantuannya, menerima tiga per lima rujukan.

Permintaan/pengajuan izin untuk lima bidang khusus (spesialisasi) memperoleh lebih dari tiga per lima (63%) rujukan: onkologi (30%); hematologi (9%); pediatri (9%); ortopedi (8%); dan bidang pengobatan mata (7%). Rujuka-rujukan lainnta untuk 25 spesialisasi lainnya. (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)