Kasihpalestina.com – Seniman jalanan yang terkenal di kancah internasional, Banksy, menyebabkan kehebohan setelah membawa sebuah “potongan” Dinding Pemisah (Tembok Rasial) Tepi Barat  ke pusat London.

Belum lama ini, Tembok Rasial menjadi pusat perhatian di World Travel Market, pusat acara Excel, London, menandai Banksy yang pertama kali berpartisipasi dalam pameran tersebut. Struktur beton kolosal – dipulas dengan gambar dua malaikat yang mencoba menerobos retakannya – menimbulkan kehebohan di antara para pengunjung pameran, dengan sejumlah orang yang berkerumun untuk melihat gambar ikonis tersebut.

Orang-orang mengantre di pusat acara Excel untuk melihat karya seni tersebut, sementara poster-poster Banksy, syal-syal Palestina, dan makanan tradisional dibagikan kepada mereka yang tengah mengantre. Terlepas menjadi salah satu stan di ruangan seksi Timur Tengah, pihak keamanan kesulitan mengatur jumlah orang yang mengelilingi stan Palestina.

Tembok Rasial di London
Sumber foto. Middle East Monitor
Tembok Rasial di London-Kasih Palestina
Keterangan foto: Hotel Walled Off, Tepi Barat, Palestina. (Sumber. Middle East Monitor)

Di antara para penyelenggara stan adalah Wisam Salsaa, manajer hotel Walled Off di Bethlehem, Yerusalem bagian selatan di Tepi Barat. Sejak dibuka pada tahun 2017, hotel telah mendapatkan perhatian internasional karena berkolaborasi dengan karya Banksy dan menarik pengunjung dari seluruh dunia.

“Kami di sini untuk memberi tahu orang-orang untuk datang dan melihat hotel Walled Off di Palestina dan mengunjungi museum juga galeri kami. Ini pertama kalinya Banksy memiliki stan di pameran semacam ini – dia tidak pernah terlibat di sektor pariwisata tapi setelah memulai hotel di Bethlehem di tahun 2017, saya pikir dia menjadi lebih tertarik dalam mempromosikan Palestina sebagai tujuan wisata,” ucapnya.

Salsaa melanjutkan, “Dari hari pertama hotel Walled Off telah menjadi bisnis lokal, namun tanpa nama Banksy itu tidak akan menjadi sebesar sekarang.”

“Membawa karya seninya ke World Travel Market, Banksy telah memberikan bantuan yang besar untuk stan Palestina dan membawa banyak perhatian dari seluruh media, para eksponen dan pengunjung.”

Kegemparan yang diciptakan dari karya seni Banksy mengejutkan para penyelenggara. Majed Ishaq selaku penyelenggara mengatakan, “Sejujurnya, kami tidak mengira akan tanggapan yang kami terima hari ini. Kami memperkirakan banyak orang untuk datang ke stan kami tapi tidak sebanyak ini. Di menit awal ketika mereka membuka pintu masuk, kami melihat ratusan orang berada di paviliun kami.”

Baca juga: Pengungsi Palestina di Yerusalem Tolak Rencana Penghapusan UNRWA

Ishaq menjelaskan, “Saya sering sekali pergi ke hotel Banksy dan mengatur kunjungan untuk para tamu VIP, tapi saya pikir ini adalah cara yang luar biasa untuk menceritakan kisah Palestina dengan cara yang positif dan secara langsung, juga meningkatkan kesadaran akan apa yang terjadi selama 100 tahun terakhir.”

Ini bukanlah pertama kali bagi Banksy dan hotel Walled Off, berusaha mencari perhatian khalayak Inggris dan meningkatkan kesadara terkait situasi di Palestina. Tahun lalu, Wisam Salsaa bekerja sama dengan sutradara film Inggris, Danny Boyle, untuk membuat dokumenter BBC “Alternativity”, yang berfokus pada hotel Walled Off dan sekelompok anak Palestina di Bethlehem saat mereka berlatih untuk drama Natal.

Film dokumenter menunjukkan realita sehari-hari dari kehidupan warga Palestina dalam bayang-bayang Tembok Rasial – yang dibangun pada tahun 2002 dan diperpanjang hingga 712 kilometer di sepanjang Tepi Barat. Tembok menembus masuk ke wilayah Palestina, memotong kampung-kampung warga Palestina dari yang ke yang lainnya dan membatasi kebebasan bergerak, mempengaruhi kehidupan sekitar tiga juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Middle East Monitor

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)