Seorang Ibu di Palestina-Kasih PalestinaBerita

Keteguhan Hati Seorang Ibu di Tanah Perjuangan Palestina

Kasihpalestina.com – Kasih ibu memang sepanjang masa. Seperti sosok ibu yang hidup di negeri terjajah, Palestina, ketika mereka haruslah memiliki hati yang teguh untuk melepas anak-anak mereka ke medan perjuangan dan bahkan kehilangan mereka. Salah satu pahlawan wanita itu adalah Nawal Abu Hajeela.

Ia duduk di depan empat foto putranya yang telah pergi meninggalkan Nawal. Foto-foto itu dipasang di ruang tamu rumahnya, wilayah Shujayea, Jalur Gaza. Terdapat tiga foto yang ditulis sebagai martir (syuhada) sebelum nama mereka.

“Mereka adalah putraku yang telah tiada,” ucap Nawal, yang juga dikenal sebagai Umm Iyad.

Putra tertuanya, Iyad, berusia 41 tahun dan merupakan seorang ayah dari empat anak saat ia meninggal dunia setelah melawan penyakit kanker sekitar setahun lalu. Sementara itu, tiga putra lainnya meninggal akibat serangan atau operasi militer melawan Israel.

“Ini adalah Adham (21) yang merupakan anggota Brigade Qassam (sayap militer gerakan Hamas) dan terbunuh dalam sebuah operasi melawan tentara Israel pada bulan Desember 2004,” ucapnya sembari menunjuk foto sang putra.

“Ini adalah Ziad (26), bagian dari patroli malam Qassam dan terbunuh pada tahun 2007 dalam sebuah penembakan oleh Israel. Aku sedang menyiapkan pertunangannya ketika itu.”

“Foto yang paling besar adalah Mohammed (31), dibunuh pada 12 April tahun ini dalam penembakan Israel di perbatasan Gaza.”

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu tentang Musim Dingin di Palestina

(http://kasihpalestina.com/2018/11/5-hal-yang-perlu-kamu-tahu-tentang-musim-dingin-dipalestina/

“Meskipun aku tahu bahwa putra-putraku telah memutuskan jalan mereka dalam perlawanan, kehilangan mereka masih merupakan sesuatu yang sulit.”

Sebagai bentuk penghormatan kepada putra-putranya, Umm Iyad (58) dikenal di lingkungannya sebagai “Khansaa of Gaza”, setelah penyair Arab wanita abad ketujuh yang empat putranya meninggal dalam pertempuran Qadisiyah.

“Sebuah kebanggaan dinamai Khansaa of Gaza,” ucap Umm Iyad, dan mengulang apa yang diucapkan oleh Khansaa Arab ketika mendengar kabar kematian putra-putranya: “Puji syukur kepada Allah yang menganugerahiku dengan kesyahidan mereka. Aku harap, Allah akan mengumpulkanku kembali dengan mereka di surga.”

Besarnya hati sang ibu untuk menerima takdir Allah dengan hati yang lapang. Pahlawan itu justru menyebutnya sebagai sebuah anugerah karena memiliki anak-anak yang gugur di medan perjuangan. Masyaallah! (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Days of Palestine

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)