Krisis Obat-obatan di Gaza-Kasih PalestinaBerita

Kementerian Kesehatan Ingatkan Adanya Krisis Obat-obatan di Jalur Gaza

Kasihpalestina.com – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza belum lama ini mengingatkan bahwa krisis sedang terjadi sebagai akibat dari kurangnya obat-obatan yang diperlukan di sejumlah rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan, dilansir dari Middleesatmonitor.com.

Wakit Menteri Kesehatan Yousef Abu-Rish mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 47 per obat-obatan tidak tersedia di Jalur Gaza.

“Situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini membawa ribuan nyawa pasien di Jalur Gaza berada di ujung tanduk, diakibatkan kekurangan obat-obatan yang diperlukan,” ucapnya.

Dirinya menyatakan bahwa departemen-departemen utama di sejumlah rumah sakit pemerintahan Gaza, seperti Unit Gawat Darurat (UGD), departemen-departemen Unit Perawatan Intensif dan operasi, juga terkena dampak dari kurangnya keperluan obat-obatan mendasar.

Baca juga: Setelah Dua Tahun, Listrik di Gaza Kembali Beroperasi 8 Jam

Sebagai tambahab, ia mengatakan bahwa para pasien yang perlu melakukan transplantasi ginjal harus mulai menggunakan mesin dialisis, apabila obat-obatan yang mereka butuhkan tidak segera diberikan.

Abu-Rish mendesak Otoritas Palestina di Tepi Barat untuk memecahkan permasalahan krisis obat-obatan dan mengembalikan harapan kepada pasien-pasien di Gaza.

Salah satu sektor kehidupan yang terkena dampak 12 tahun pemblokadean Israel adalah sektor kesehatan. Bukan hanya rumah sakit dan layanan kesehatan yang terbatas dalam waktu beroperasi karena krisis listrik, namun juga disebabkan oleh krisis obat-obatan yang hingga hari ini masih belum terpecahkan. (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)