Kasihpalestina.com – Mungkin banyak yang masih belum tahu, apa yang sebenarnya terjadi di Palestina. Bagaimana Zionis Israel memperlakukan warganya dengan tindakan sewenang-wenang mereka terhadap negeri orang lain.

Memperingati Hari Solidaritas Palestina yang jatuh pada 29 November 2018, Kasih Palestina akan mencatat segelintir contoh penjajahan Zionis yang dilakukan Zionis. Data diambil dari laman organisasi kemanusiaan Israel, B’Tselem, yang cukup aktif dalam mengungkap kejahatan-kejahatan Zionis.

Pembongkaran Bangunan dan Properti

Tepi Barat dan Yerusalem Timur adalah wilayah yang sering mengalami kasus pembongkaran bangunan. Zionis Israel yang ingin memperluas pemukiman ilegal membuat taktik untuk memperoleh wilayah Palestina. Izin pembangunan yang berada di tangan Israel, mempermudah mereka mewujudkannya. Pertama, pengajuan izin pembangunan dari warga Palestina tak kunjung juga diproses. Artinya, bangunan warga berstatus ilegal. Secara tiba-tiba, Israel memberitahukan warga bahwa bangunan ilegal akan dibongkar. Warga kemudian hanya memiliki dua opsi; membayar otoritas Israel untuk menghancurkan bangunan atau menghancurkan bangunan sendiri.

Hari Solidaritas Palestina
Keterangan Gambar : Pembongkaran Bangunan dan Properti Sumber foto. News Click

Data mencatat untuk wilayah Tepi Barat, sejak tahun 2006 hingga 31 Oktober 2018 Israel sedikitnya telah membongkar 1.319 unit penduduk Palestina, menyebabkan 6.170 orang – termasuk sedikitnya 3.119 anak – kehilangan rumah mereka.

Di lingkungan Palestina yang tidak diakui oleh Otoritas Israel, banyak yang harus menghadapi ancaman pengusiran dan berulang kali Israel menghancurkan rumah-rumah warga. Sejak 2006 sampai 31 Oktober 2018, rumah dari 1.004 orang yang tinggal di lingkungan itu – termasuk 479 anak –  dihancurkan lebih dari sekali oleh Zionis Israel.

Selain itu, dari Januari 2018 sampai 31 Oktober 2018, Otoritas Sipil merusak 616 properti non penduduk seperti pagar, tangki air, jalan, gudang, bangunan pertanian, bisnis, dan umum) di Tepi Barat.

Penangkapan dan Penahanan terhadap Warga Palestina

Zionis Israel kerap kali menangkap dan menahan warga Palestina, baik itu pria, wanita atau pun anak-anak. Berikut sejumlah data terkait penahanan terhadap warga Jalur Gaza, anak-anak dan warga Palestina yang dikenai penahanan administratif.

Hari Solidaritas Palestina-Kasih Palestina
Sumber foto. Albawaba (ilustrasi)

Pada akhir Oktober 2018, 310 tahanan Palestina asal Jalur Gaza ditahan di penjara-penjara Israel.  Sementara itu, di bulan yang sama sebanyak 220 anak Palestina ditahan di penjara Israel.

Selain itu, penahanan administratif yang merupakan sistem penahanan tanpa pengadilan dan tanpa batas waktu yang dapat diketahui, telah dikenai terhadap 481 orang Palestina termasuk 2 wanita dan 4 anak, menurut data hingga akhir Oktober 2018.

Baca Juga: Ensiklopedia Al-Aqsha: Luas Kompleks Masjid

Itu hanyalah segelintir bentuk penjajahan Zionis Israel di Palestina. Masih banyak contoh penjajahan lain yang tidak dapat disebutkan seluruhnya, seperti terkait berbagai rancangan undang-undang yang merugikan warga Palestina, penodaan terhadap Masjid Al-Aqsha, pembantaian terhadap warga Palestina di perbatasan Gaza-Israel, dan masih banyak lagi. Semoga hal ini dapat membuka mata kita atau kembali mengingatkan kita, betapa Zionis Israel telah melakukan banyak kejahatan terhadap saudara-saudara kita di negeri anbia. (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)