Sejak 2010, Sebanyak 32 Warga Gaza Meninggal Akibat Krisis Listrik- Kasih PalestinaBerita

Sejak 2010, Sebanyak 32 Warga Gaza Meninggal Akibat Krisis Listrik

Kasihpalestina.com – Sedikitnya 32 warga Palestina di Gaza, 25 di antaranya merupakan anak-anak yang meninggal di Jalur Gaza sejak 2010 akibat krisis listrik, menurut Pusat Al-Mezan untuk Hak Asasi Manusia.

Melansir dari Middleeastmonitor.com, wilayah Gaza telah menyaksikan kegelapan dan kekurangan daya sejak blokade Israel dimulai tahun 2006, memaksa para penduduknya menggunakan perapian atau generator bahan bakar untuk tetap hangat dan mengadakan pencahayaan. Betapapun kerasnya kondisi, terutama sekali di musim dingin ketika suhu di malam hari turun drastis, telah menyebabkan sejumlah kematian.

Setidaknya 36 orang, termasuk 20 anak, telah mengalami cedera akibat api yang disebabkan lilin yang terpaksa mereka gunakan sebagai penerangan, atau generator yang meledak, dalam periode waktu yang bersamaan.

Al-Mezan juga menyoroti bahwa cara-cara seperti itu, yang dilakukan demi menghangatkan diri dan menerangi, telah menyebabkan dampak yang buruk terhadap lingkungan, terutama penyebaran generator berdaya besar dan tinggi di sejumlah toko dan institusi yang mencemari udara dengan emisinya.

Baca juga: LANGGAR HAK PENDIDIKAN, ZIONIS BONGKAR DUA KARAVAN SEKOLAH DI TUBAS

Kekurangan daya di Gaza merintangi banyak aspek kehidupan warga Palestina, dengan kekurangan yang dirasakan selama hari sekolah dan sering kali menghambat keluarga-keluarga memasak di malam hari.

Pemblokadean yang terus berlanjut dan telah menginjak tahun ke-12, telah berdampak terutama terhadap pelayanan kesehatan, dengan rumah sakit yang sering kali terpaksa berhenti mengobati pasien akibat pemotongan sumber daya listrik.

Bulan lalu, Medhat Abbas, pemimpin umum rumah sakit terbesar Gaza, mengingatkan berbahayanya kekurangan listrik bagi banyak departemen seperti dialisis, perawatan intensif, ruang operasi, klinik rawat jalan dan bagian radiasi.

“Kekurangan listrik merupakan ancaman langsung untuk kehidupan warga di dalam wilayah pemblokadean Gaza,” ucapnya. “(Dalam beberapa hari) tidak akan ada bahan bakar untuk menjalankan generator yang digunakan untuk menyediakan daya, yang diperlukan untuk menjalankan departemen di rumah sakit.”

Medhat menambahkan bahwa para donatur yang diandalkan Kementerian Kesehatan untuk menyediakan bahan bakar ke rumah sakit, sudah tidak lagi tersedia. (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi:
Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)