Penelitian Tunjukkan: Polusi Air Jadi Penyebab Utama Kematian di GazaBerita

Penelitian Tunjukkan: Polusi Air Jadi Penyebab Utama Kematian di Gaza

Kasihpalestina.com – Lebih dari seperempat penyakit di Gaza disebabkan oleh polusi air, sebuah penelitian baru telah mengungkapkannya, menandai bahwa hal tersebut merupakan penyebab utama kematian yang terjadi di wilayah Jalur Gaza, yang telah memikul penderitaan pemblokadean Israel sejak 2007.

Melansir dari Middleeastmonitor.com, penelitian yang dipublikasi kopiannya oleh surat kabar Haaretz, dikeluarkan oleh RAND Corporation, sebuah lembaga kemanusiaan Amerika. Disebutkan bahwa penelitian ini ditemukan empat tahun lalu dan sejak saat itu angkanya masih terus naik.

Berdasarkan laporan, Haaretz mengatakan bahwa runtuhnya infrastruktur air telah menyebabkan pertumbuhan drastis dari bakteri juga virus seperti rotavirus, kolera dan salmonella. Laporan juga menyebutkan bahwa situasi ini terus memburuk dan diakibatkan oleh serangan berulang Israel di Gaza, yang dimulai tahun 2008.

Baca juga: BERBICARA MENGENAI GAZA DI HARI PEMBERANTASAN KEMISKINAN INTERNASIONAL

“Hari ini, 97 persen air minum di Jalur Gaza tidak layak konsumsi menurut standar internasional yang diakui,” lapor Haaretz.

“Sekitar 90 persen jumlah penduduk  meminum air dari alat pembersih (purifier) pribadi, karena instalasi-instalasi yang lebih besar telah rusak akibat serangan atau sudah tidak digunakan lagi, sebab mereka tidak mampu merawatnya.”

Hasil penelitian itu kemudian menyimpulkan bahwa situasi yang saat ini terjadi adalah, Gaza yang tidak mampu menyuplai cukup air untuk 2 juta penduduknya.

“Sekolah-sekolah di Gaza memiliki satu kamar mandi per 75 murid dan satu wastafel untuk mencuci tangan per 80 murid. Kebanyakan dari air tersebut didaur ulang atau dari reservoir. Sebagai hasil, kehadiran anak-anak ini di sekolah mengantarkan mereka pada risiko terkena penyakit gastrointestinal.”

Dilaporkan juga: “Sekolah-sekolah, bangunan-bangunan umum dan rumah sakit hanya dibersihkan ketika diperlukan, untuk menghemat air. Staf rumah sakit hanya mencuci tangan mereka ketika begitu diperlukan sekali dan tidak pada kebutuhan sehari-hari saat mengunjungi satu pasien ke pasien lainnya, demi menghemat air untuk perawatan yang lebih penting.

Haaretz juga memberitahukan, para peneliti memperkirakan bahwa dalam dua tahun, sumber air terisolasi yang digunakan saat ini akan berhenti beroperasi tanpa perawatan yang benar.

Penelitian menyebutkan bahwa harga rata-rata air per kapita di Barat adalah 0,7 persen dari pemasukan bulanan, akan tetapi di Gaza sepertiga dari pemasukan bulanan digunakan untuk membeli air. Ini juga menujukkan bahwa tingginya angka pengangguran, telah membuat lebih banyak orang tidak mampu membeli air bersih.

“Sedikit saja, orang-orang yang lebih mampu di Gaza dapat membeli air mineral di botol-botol, tetapi kebanyakan penduduk Gaza harus cukup dengan satu hari seminggu, ketika pihak berwenang menyalakan keran selama beberapa jam.” (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi:
Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina.
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)

 

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita

1 Comment

Comments are closed.