Kasihpalestina.com – Krisis kemanusiaan yang terjadi di wilayah pemblokadean Jalur Gaza melatarbelakangi peluncuran kampanye media pada Sabtu lalu, dilansir dari Middleeastmonitor.com.

Komite Media Konferensi Populer untuk Palestina di Luar Negeri mengeluarkan “Media Week of the Humanitarian Crisis in Gaza (Pekan Media Krisis Kemanusiaan di Gaza)” di bawah hashtag #GazaSiegeCrime dan #ﺣﺼﺎر_ﻏﺰة_ﺟﺮﯾﻤ dalam bahasa Arab.

“Kami hendak menyoroti penderitaan manusia bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di wilayah pemblokadean Jalur Gaza,” ucap Ayah Kayed, salah satu penyelenggara kampanye.

Kampanye yang akan berlangsung hingga 27 Oktober, juga dimaksudkan untuk mengerahkan opini solidaritas masyarakat Arab dan internasional dengan Gaza dan berupaya untuk mencabut pemblokadean, berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh komite tersebut.

Baca juga: KETERBATASAN TAK HALANGI MEREKA KEMBALI KE MEDAN PERJUANGAN

Israel melakukan pemblokadean di jalur darat, laut, dan udara terhadap wilayah Gaza pada tahun 2007, begitu membatasi pergerakan warga dan barang-barang untuk keluar-masuk di wilayah pemblokadean.

Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nikolay Mladenov, telah mengatakan dalam sebuah pernyataan di bulan Agustus, bahwa Jalur Gaza berada di ujung tanduk. Sebuah laporan PBB di tahun 2015 mengingatkan bahwa Jalur Gaza memungkinkan menjadi tak layak huni di tahun 2020, apabila kondisi seperti ini terus berlanjut.

“Kami memanggil para aktivis dan institusi yang mendukung isu Palestina untuk bergabung dengan upaya kami dan berkontribusi dalam menyampaikan suara masyarakat Palestina kepada dunia, dengan membongkar praktik pendudukan yang melanggar hak paling dasar yang diakui oleh hukum internasional,” ucap Kayed. (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi:
Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina.
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)