Kasihpalestina.com Hari ini, Rabu (10/10) merupakan hari kesehatan jiwa sedunia, WHO melaporkan hak atas kesehatan bagi warga Palestina yang memiliki hambatan dalam mengakses kesehatan di bawah pendudukan.

Dr. Gerald Rockenschaub, kepala WHO di wilayah Palestina menyatakan, “Kenikmatan kesehatan jiwa adalah standar hak tertinggi terhadap setiap manusia, termasuk warga Palestina yang hidup di bawah pendudukan. Tahun 2018, kami menyaksikan sejumlah serangan besar, serangan terhadap staf kesehatan, ambulans, dan fasilitas lainnya. Terutama adanya aksi protes Aksi Kepulangan Akbar, yang terus menerus menambah jumlah pasien yang membludak dan tidak bisa ditangani dengan cepat.”

Warga Palestina, khususnya di Gaza harus mendapatkan hak kesehatan. Pembatasan bagi warga Palestina yang diberlakukan oleh pemerintahan Israel, memiliki konsekuensi yang besar untuk perawatan kesehatan bagi kelompok pasien yang sangat rentan dan membutuhkan perawatan khusus yang tidak tersedia di Gaza atau Tepi Barat. Belum lagi, sejak adanya Aksi Kepulangan Akbar dari 30 Maret 2018 hingga saat ini, 23.000 orang dan termasuk 700 anak di dalamnya, mengalami luka akibat tembakan Zionis dan gas air mata di perbatasan Gaza.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, WHO Laporkan Hak atas Kesehatan di Palestina- Palestine Update
Keterangan Gambar : Korban Luka Tembak pada saat Aksi Kepulangan Akbar

Bisa dibayangkan, bagaimana keadaan mereka menjalani kehidupan sehari-hari dengan beban mental di bawah pendudukan, krisis listrik dan air yang merambat ke krisis kesehatan di Palestina.

Rakyat Palestina berhak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, terutama anak-anak yang harusnya dapat menikmati masa kecil mereka dengan bermain dan belajar, tanpa harus menjadi korban tembakan Zionis, takut akan ancaman ditangkap dan merasakan dinginnya sel penjara.

Sumber : English Palestine News (Kasihpalestina.com)

Rek. Donasi:
Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina.
Konfirmasi donasi:
Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (http://bit.ly/kasihpalestina