Krisis Air di Gaza-Kasih PalestinaBerita

Dapatkah Malapetaka Sektor Air di Gaza Dipecahkan?

Kasihpalestina.com Apabila Jalur Gaza benar-benar menjadi tempat yang tak layak huni di tahun 2020, seperti yang diperingatkan oleh organisasi-oganisasi kemanusiaan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebagian besar akan disebabkan oleh kehancuran total sistem: untuk menyalurkan air minum yang aman dan untuk membuang limbah penyakit dengan tepat.

Dikarenakan malapetaka limbah dan air di Gaza, para ahli medis saat ini melihat kenaikan yang tajam untuk penyakit bawaan makanan dan air, termasuk gastroenteritis (radang pada lambung dan usus), diare akut, salmonela (sejenis bakteri), demam typhoid (tifus), dan bahkan sesuatu yang disebut dengan “blue baby syndrome” (kondisi keracunan nitrat (methehemoglobinemia) yang dipicu oleh terjadinya proses perubahan nitrat yang masuk ke dalam tubuh menjadi nitrit (NO2)).

Studi medis independen yang ditelaah oleh rekan sejawat, mendokumentasikan peningkatan anemia yang mengkhawatirkan dan kematian bayi. Para dokter di sejumlah rumah sakit yang berada di Gaza juga kini melaporkan peningkatan kasus kanker pediatrik.

Baca juga: Mladenov: Gaza Bisa Meledak Sebentar Lagi!

Selama bertahun-tahun, “penyiksaan” semacam ini seolah ditutupi dari dunia oleh lapisan-lapisan pagar, gerbang yang ditutup dan dikunci, drone Israel yang berpatroli dan pesawat-pesawat tempur, juga pengabaian internasional.

“Jika anda benar-benar ingin mengubah kehidupan warga, anda harus menyelesaikan masalah air terlebih dahulu,” ucap Adnan Abu Hasna, juru bicara Gaza untuk lembaga PBB UNRWA. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber : aljazeera

Rek. Donasi: Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)