Ayo, Simak Ulasan Terkait Penggalian Terowongan di Bawah Al-AqshaAl-Aqsha

Ayo, Simak Ulasan Terkait Penggalian Terowongan di Bawah Al-Aqsha

Kasihpalestina.com – Bagaimana awal mula Israel melakukan penggalian terowongan di bawah dan sekitar Masjid Al-Aqsha? Pada edisi ensiklopedia pekan ini, Kasih Palestina akan sedikit membahas mengenai penggalian terowongan yang dilakukan penjajah Israel terhadap situs suci tersebut.

Menurut buku Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha karya tim Aspac for Palestine, tahap pertama untuk menguasai Masjid Al-Aqsha bersamaan dengan jatuhnya bagian timur kota Al-Quds pada tahun 1967 ke tangan penjajah, adalah penghancuran permukiman Magharibah yang berdampingan dengan Tembok Al-Buraq, sebelah barat masjid. Penjajah mengklaim bahwa penguasaan pintu Al-Magharibah dikarenakan faktor keamanan. Selanjutnya, mereka menjadikannya sebagai pintu masuk bagi tentara dan pemukim Yahudi. Mulai saat itu, penjajah Israel melakukan penggalian terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha, dengan alasan mencari peninggalan-peninggalan Kuil Sulaiman.

Hingga tahun 2000, penggalian terowongan telah berjalan sebanyak sepuluh tahapan kerja. Pertama, dimulai sejak akhir tahun 1967. Kedua, penggalian terowongan pada tahun 1969. Ketiga, dari tahun 1970 sampai 1974. Kemudian, dilanjutkan lagi pada tahun 1975 dan tidak berhenti hingga saat ini. Keempat dan kelima, pada tahun 1973 sampai 1974. Keenam, mulai awal tahun 1975. Ketujuh, meliputi proyek pendalaman galian Pelataran Buraq yang berdampingan dengan tembok barat Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds, yang didirikan pada 1975. Kedelapan, penggalian di belakang dan sebelah selatan dinding masjid. Kesembilan, penggalian untuk menghancurkan tembok barat Al-Quds, juga membuka kenbali Terowongan Charles yang terletak di antara Pintu Silsilah dan Pintu Qathanin. Kesepuluh, tahapan dimulai dengan serangan di bawah tanah masjid dan berlanjut hingga hari ini.

Salah satu tujuan penggalian terowongan adalah agar bisa menguasai setiap lokasi di Masjid Al-Aqsha. Runtuhnya masjid menjadi misi Zionis Israel. Lokasi penggalian yang dipilih mengisyaratkan tentang target dan tujuan jangka panjang; berdirinya kuil khayalan di atas reruntuhan masjid.

Baca juga: PULUHAN PEMUKIM ILEGAL KEMBALI SERBU MASJID SUCI AL-AQSHA

Para arkeolog Yahudi sudah selama puluhan tahun melakukan penggalian dengan alasan: mengungkapkan peninggalan sejarah “kuil khayalan” yang mereka yakini, tetapi tidak satu pun barang peninggalan yang mereka cari itu ditemukan.

Setelah tidak terbukti adanya peninggalan kuil, serta khawatir kegiatan penggalian akan mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, maka untuk kembali mempertahankan penggalian, mereka beralih dengan membuat istilah dan penamaan versi mereka atau menghubung-hubungkan nama-nama peninggalan yang ada agar bernuansa dan beridentitas Yahudi. Lebih dari itu, istilah dan penamaan juga bertujuan untuk menggiring wilayah Al-Quds agar beridentitas Yahudi.

Dengan cara seperti itu, mereka membuat sejarah baru bagi Al-Aqsha dan Palestina, dengan memisahkan Palestina dari identitas aslinya. Semua itu demi menegaskan bahwa Al-Quds milik Yahudi dan peradaban apa saja yang pernah ada di Palestina diklaim sebagai peradaban Yahudi. Wallahu’alam.

Itulah beberapa penjelasan mengenai penggalian terowongan yang dilakukan oleh penjajah Israel. Selebihnya dapat dicari di sumber-sumber terpercaya lain. Semoga bermanfaat. (kimikim/kasihpalestina)

Rek. Donasi:
Bank Syariah Mandiri (451): 1001 2016 2 6 a.n Kasih Palestina.
Konfirmasi donasi: Call/SMS/WA: 08 123 2011 55 (WA: http://bit.ly/kasihpalestina)