untuk PalestinaBerita

Untuk Palestina, Satu Cinta Berjuta Ekspresi

 

Kasihpalestina.com – Ketika mencintai Palestina, manusia dengan segala perbedaan dan keberagamannya, memiliki cara masing-masing untuk hal indah itu. Benar? Aku yang mencintai Palestina dengan cara seperti ini, dan kamu dengan cara yang seperti itu.

Beberapa orang telah mengekspresikan satu cinta yang sama yakni cinta untuk Palestina, dengan berbagai macam ekspresi dan begitu menginspirasi. Maka dari itu, Kasih Palestina akan sedikit berbagi cerita, dari mereka yang mencintai Palestina dan telah menginspirasi banyak orang dengan keunikan dan kekhasan mereka dalam mengungkapkan cinta tersebut. Langsung saja!

Baca juga: TERANGI GAZA, KASIH PALESTINA SALURKAN BANTUAN UNTUK KEPERLUAN PENERANGAN

  • Kencleng Cinta untuk Palestina

Para siswa dan guru di Sekolah Rabbani Purwakarta memiliki cara unik dalam mengungkapkan cinta mereka kepada Palestina. Beberapa waktu lalu, mereka membuka kencleng tahunan yang merupakan program pertama di sekolah tersebut. Isi dari kencleng itu yang kemudian didonasikan untuk Palestina. Sebesar Rp14 juta pun berhasil dikumpulkan.

Manajer Kurikulum SD Rabbani Purwakarta Herman Felani mengungkapkan, donasi tersebut didapat dari akumulasi uang jajan dan sumbangan para orang tua siswa, juga pihak-pihak lain setiap harinya.

Pihak sekolah sengaja menanamkan rasa untuk mencintai Palestina dan semangat untuk membebaskan Al-Aqsha, dengan pengadaan kencleng tersebut.

 

untuk Palestina
Keterangan foto: Penyerahan donasi dari Sekolah Rabbani Purwakarta, pada 24 Maret 2018.
  • Hamil Setelah Jadi Orang Tua Asuh Anak Palestina

Satu waktu, Dian Mardiana Rohmah bersama suami, Ratno Supriatno, mendatangi kajian dari Syekh Amzad Khalifa dari Palestina, di Masjid Darul Mutaqqin kawasan tempat tinggalnya. Tema yang dibawakan syekh saat itu adalah “Membangun Keluarga Surgawi dengan Alquran.”

Ketika panitia bertanya, apakah ada jamaah yang ingin menjadi orang tua asuk untuk anak-anak Palestina korban perang, Dian pun memberanikan diri untuk maju ke depan. Seusai kajian pada hari Minggu itu, ia pulang ke rumahnya di Perum Griya Pamoyanan 2 Blok H 8, Sukagalih, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Beberapa hari kemudian, Dian mengirimkan donasinya sebesar Rp500.000,00, mendekati Ramadan ia kembali mengirim Rp500.000,00.

“Saat pulang dari acara saya bilang ke suami; ya, walaupun kita belum punya anak, tapi kita sudah punya anak-anak yang saleh/salehah di Palestina. Walaupun dengan kasat mata orang tidak melihat kita bawa anak, tapi kita punya anak-anak di Palestina. Mudah-mudahan itu menjadi penolong kita di akhirat,” ungkap Dian.

Uniknya, setelah bersedekah, ia mengaku merasakan hal-hal yang berbeda. Sejak saat itu, banyak keberkahan hidup yang dirasakan oleh Dian dan keluarga.

“yang paling membuat saya saat itu menangis adalah tepat setelah satu bulan saya bersedekah ke Palestina, saya mulai merasa sering pusing dan mual. Dan setelah dites, Allahu Akbar, ternyata saya hamil. Saya senang sekali,” lanjutnya.

Wanita 24 tahun ini telah berikhtiar selama empat tahun untuk memiliki keturunan. Dian dan sang suami bahkan sempat berpikir untuk berhenti ke dokter, karena merasa tidak ada hasilnya.
“Namun anehnya, saat saya pasrahkan semua kesulitan dan bertekad memanfaatkan harta di jalan Allah, Allah hadirkan keturunan untuk saya. Subhanallah kuasa Allah,” tambahnya.

untuk Palestina
Keterangan foto: Dian Mardiana Rohmah bersama suami.
  • Berikan Motor untuk Palestina

Sejak masa Sekolah Menengah Atas, Eli Cucu Yulia, tenaga pengajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Bandung ini telah mengenai Palestina. Ketertarikannya pada isu kepalestinaan, membawa dirinya pada semangat yang lebih untuk bisa berkontribusi.

Satu hari, Allah Swt kemudian memberikannya kesempatan untuk mewujudkan cita-cita lama itu. Ia kemudian berniat mendonasikan motor yang biasa dipakai sehari-hari. Dukungan penuh sang suami pula yang akhirnya mewujudkan mimpi Eli.

“Kebetulan hanya motor yang bisa saya berikan. Karena jujur, saya ingin memberikan kontribusi terbaik untuk kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.

Meski setelah donasi, ia harus berangkat kerja dengan diantarkan suami, hatinya merasakan ketenangan dan kebahagiaan. Ia juga merasa menjadi lebih mudah berempati pada sesama.

untuk Palestina
Keterangan foto: Eli Cucu Yulia bersama keluarga.

Itulah segelintir kisah inspiratif, bagaimana bentuk cinta yang mereka lakukan berbeda-beda dan unik. Lalu, bagaimana dengan bentuk cintamu untuk Palestina? Mau berbagi ceritanya dengan Kasih Palestina? (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016  2 6 (a.n Kasih Palestina)

Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lebih lanjut): 08123 2011 55