Latih Kebebasan Bereskpresi di Palestina, MADA Adakan Kompetisi “Peradilan Semu”Artikel

Latih Kebebasan Bereskpresi di Palestina, MADA Adakan Kompetisi “Peradilan Semu”

Latih Kebebasan Bereskpresi di Palestina, MADA Adakan Kompetisi “Peradilan Semu”

Latih Kebebasan Bereskpresi di Palestina, MADA Adakan Kompetisi “Peradilan Semu”
Keterangan Foto : contoh “Peradilan Semu” (Moot Court). Sumber : The commonwealth.org

Kasihpalestina.com – Pusat Palestina untuk Pengembangan dan Kebebasan Media ( The Palestinian Center for Development and Media Freedoms (MADA)) serta Komisi Sipil untuk Independensi Peradilan dan Aturan Hukum (The Civil Commission for the Independence of Judiciary and Rule of Law (ISTIQLAL), mengumumkan kompetisi Peradilan Semu (Moot Court) bagi para mahasiswa fakultas hukum di sejumlah universitas di Palestina, untuk membela kebebasan berekspresi. Hasil kompetisi akan diumumkan pada tanggal 2 November 2018, yang juga merupakan Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas.

Peradilan Semu adalah istilah yang masih asing kecuali bagi mereka yang menempuh studi di bidang Hukum. Di dalam peradilan, mahasiswa diperbolehkan menjadi hakim, jaksa, penasihat hukum, bahkan saksi dan terdakwa dalam suatu acara pengadilan. Peradilan Semu juga berisi perdebatan-perdebatan akademis mengenai telaah kasus fiksi dan nonfiksi, yang dilihat berdasarkan analisis dalam kerangka yuridis normatif berdasarkan teori-teori hukum yang mahasiswa dapatkan selama kuliah.

Tujuan umum dari kompetisi ini adalah untuk memberi lebih banyak pencerahan terhadap kebebasan berekspresi di Palestina dan kekerasan terhadap jurnalis Palestina. Secara khusus juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memerangi impunitas dan memastikan akuntabilitas kepada para pelaku kejahatan terhadap jurnalis.

Baca juga: ADA APA AJA SIH, DI DALAM KOMPLEKS MASJID AL-AQSHA? (BAGIAN 1)

(http://kasihpalestina.com/2018/09/ada-apa-aja-sih-di-dalam-kompleks-masjid-al-aqsha-bagian-1/)

Pada tahun 2017, kekerasan terhadap kebebasan media di Palestina meningkat begitu tajam, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. MADA mendata sebanyak 530 kekerasan terhadap jurnalis Palestina (sekitar 38%) dibanding tahun 2016.

Tentara Pendudukan Israel melakukan sejumlah 375 kekerasan, sedangkan badan-badan Palestna melakukan total 154 kekerasan (71% dan 29% dari keseluruhan pelanggaran yang didokumentasikan untuk tahun 2017).

Paruh pertama tahun 2018, terjadi kerusakan serius, sejak Aksi Kepulangan Akbar dimulai di Jalur Gaza pada akhir Maret 2018, dua jurnalis dibunuh dan sedikitnya 80 jurnalis terluka akibat peluru-peluru Israel, ketika mereka sedang bertugas dalam aksi-aksi yang berlangsung di Tepi Barat dan Jalur Gaza. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. English.pnn.ps, Scientiarum.com

*impunitas adalah keadaan tidak dapat dipidana, nirpidana. (Sumber. KBBI)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lebih lanjut): 08123 2011 55