Dobrak Keterbatasan, Tunanetra di Gaza Jadi Penghapal Alquran_Kasih PalestinaArtikel

Dobrak Keterbatasan, Tunanetra di Gaza Jadi Penghapal Alquran

Kasihpalestina.com – Alquran begitu melekat di hati muslim Gaza. Alquran jugalah yang telah menguatkan mereka di tengah himpitan dan kesulitan yang menimpa wilayah tersebut. Seorang hafizah kemudian menjadi inspirasi, ketika ketidakmampuan melihat tak menghalanginya untuk menghapalkan kitab milik Allah SWT.

“Saya berkonsultasi dengan Alquran sebelum saya berbicara,” ungkap Kareema Abu Shahma, wanita berusia lebih dari 45 tahun.

“Jika saya pergi ke suatu tempat, saya belajar dulu baru kemudian meninggalkan rumah. Begitu pula ketika saya merasa sakit, saya belajar,” tambahnya, Kareema memulai dan mengakhiri harinya dengan membaca Alquran.

Selama lima tahun, ia menghapal 6.236 ayat kitab suci umat Islam menggunakan braille. Lalu, mendapatkan gelar “Hafizah” yang sangat dihormati. Setiap harinya, Kareema meninjau kembali sekitar seperempat buku setebal 600 halaman, untuk memastikan daya ingatnya.

Ia memimpin sebuah kelas dengan 25 gadis muda sebagai murid, di kota Khan Younis. Kareema berharap dapat membantu mereka mencapai tujuan yang sama.

Pendengaran Kareema sangatlah baik. Meski terlahir buta, ia mengubah kecacatannya menjadi sebuah kekuatan. Dia menolak berkecil hati dalam mencapai tujuannya menghapal Alquran dan menjadi seorang guru.

“Saya tidak kuat di dalam kehidupan saya. Tidak ada yang menerima saya, tapi saat saya hapal Alquran, orang mulai menghormati saya sebagai orang buta. Semua orang sekarang tahu siapa saya dan apa yang bisa saya lakukan,” ucapnya.

“Alquranlah kekuatan saya. Itu akan selalu menjadi panduan Anda dan akan selalu memberi Anda kekuatan untuk menjadi apa pun yang Anda inginkan. Jika Anda ingin memiliki karakter yang kuat, Anda harus menghapal Alquran.”

Sejak 2006, lembaga Wakaf Islam Gaza telah mencatat kurang lebih 40.000 penghapal Alquran yang baru terdaftar.

“Alquran memberi kita kenyamanan. Kita hidup dalam kondisi buruk, di bawah tekanan. Alquran mengajarkan kita kesabaran,” ungkap Zakariya Alzemly, seorang profesor Ilmu Alquran dan Perbandingan Agama di Universitas Islam di Gaza.

Baca juga: UNTUK PALESTINA, SATU CINTA BERJUTA EKSPRESI

“Banyak orang di Gaza, yang dikepung oleh Israel selama dekade terakhir, dan telah beralih ke Alquran untuk mengatasi perasaan terisolasi juga putus asa yang datang bersamaan, karena terputus dari dunia,” jelasnya.

Bagi Kareema, menghapal Alquran tidak hanya membantunya merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta, tetapi juga membantunya merasa lebih percaya diri. Ketika tumbuh dewasa, orang sering mengasihani dirinya karena gangguan penglihatan. Teman-temannya di SMA menganggap cita-cita menjadi guru Alquran adalah mimpi yang tak masuk akal. Akan tetapi, Kareema telah membuktikan bahwa mereka keliru.

Ia mulai menghapal Alquran sembari belajar untuk mendapatkan gelar sarjana di jurusan Hukum Syariah Islam di Universitas Hebron. Di sana, ia lebih mudah menghapal karena banyak orang yang membantu mengoreksi hapalan dan menyempurnakan pengucapannya.

Sayangnya, sekembalinya ia ke Gaza setelah lulus, rumah Kareema jauh dari masjid setempat dan kesulitan menemukan seseorang yang memiliki pengalaman untuk mendengarkan bacaannya. Akhirnya, selama beberapa tahun dia meluangkan waktu berjam-jam bertelepon dengan teman-temannya yang tinggal di Tepi Barat.

Dia bertahan dan bekerja keras untuk meraih gelar sarjana di qiraat lainnnya, di mana Kareema mempelajari sepuluh bacaan berbeda (pengucapan) Alquran – sebuah prestasi yang jarang bisa dicapai.

“Ketika saya menghapal Alquran dan pertama kali mengajar di masjid, pengunjung memberi saya uang; mereka mengira saya mengemis,” kata Kareema.

“Mereka tidak mengerti bahwa saya bisa melakukan pekerjaan sebaik seseorang dengan penglihatan. Bagi kami yang buta, orang melihat kami seolah-olah kami tidak dapat melakukan apa pun.”

Saat ini, dirinya merupakan seorang pemimpin yang dihormati di komunitasnya. Ia telah mengajar selama lebih dari 20 tahun. Di bawah asuhannya, 80 siswa telah menadapatkan status hafiz. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Suaraislam.co

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lebih lanjut): 08123 2011 55