Zionis Larang Bahan Bakar dan Gas Masuk ke GazaBerita

Zionis Larang Bahan Bakar dan Gas Masuk ke Gaza

 

 Zionis Larang Bahan Bakar dan Gas Masuk ke Gaza

Keterangan foto: sebuah truk muatan barang memasuki Gaza dari Israel melalui Perbatasan Kerem Shalom pada 1 November 2017. (Sumber. Press Tv)

 

Kasihpalestina.com– Sekali lagi Israel melarang masuk gas dan bahan bakar ke wilayah pemblokadean Gaza, memberikan tekanan lebih ke wilayah tersebut dengan dalih protes “layang-layang yang dibakar” oleh warga Palestina di sana, dilansir dari Presstv.com.

Kementerian Urusan Militer Israel Avigdor Lieberman, pada hari Rabu (2/8) memerintahkan pembekuan seluruh pengiriman gas dan bahan bakar ke dalam wilayah Gaza melalui gerbang Kerem Shalom, pintu masuk utama bantuan internasional ke wilayah. Pemberhentian dilakukan dari Kamis (2/8) sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Lieberman mengklaim keputusan tersebut dimaksudkan untuk menghentikan aksi para peserta aksi damai, yang menerbangkan “balon dibakar” ke wilayah perbatasan Israel.

“Kembalinya operasi penuh di Perbatasan Kerem Shalom tergantung pada berakhirnya balon yang diterbangkan dan bentrokan di dekat perbatasan yang memisahkan Gaza dengan Israel,” ungkap pihak kantornya.

Israel telah memberhentikan masuknya bahan bakar, gas dan barang-barang perdagangan ke Gaza pada bulan Juli, namun beberapa saat kemudian membatalkan langkah tersebut.

Setelah perbatasan Kerem Shalom ditutup selama seminggu dan belum lama ini dibuka kembali sebagian, Lieberman mengumumkan bahwa pembukaan kembali akan tergantung pada pengurangan penerbangan layang-layang dan balon.

Keputusan termasuk penskorsan sementara impor dan ekspor dengan pengecualian kebutuhan kemanusiaan dasar melalui gerbang Kerem Shalom, dan pengurangan zona melaut dari enam ke tiga mil laut.

Baca juga: Ulama Palestina Terenyuh Melihat Bangunan yang Hancur

Layang-layang dan balon telah menjadi cara perlawanan baru, sejak warga Palestina memulai aksi pekanan mereka di dekat perbatasan Gaza pada 30 Maret 2018. Aksi protes memuncak pada 14 Mei, ketika sekitar 40.000 warga Gaza protes di sepanjang pagar perbatasan di hari yang sama dengan pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) di Al-Quds (Yerusalem), dalam sebuah langkah provokatif.

Pelarangan masuk bahan bakar dan gas ini hanya akan mempersulit keberlangsungan hidup warga Palestina di Jalur Gaza, yang sebelumnya telah mengalami krisis akibat 12 tahun pemblokadean Israel di sana. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Diambil dari beberapa sumber

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lanjutan): 08123 2011 55