Yahudi di Masa Pimpinan Sultan Turki Abdul Hamid IIArtikel

Yahudi di Masa Pimpinan Sultan Turki Abdul Hamid II

 

 Yahudi di Masa Pimpinan Sultan Turki Abdul Hamid II

Keterangan foto: Sultan Abdul Hamid II, pemimpin Daulah Utsmaniyah. (Sumber. Google)

Kasihpalestina.comKali ini, Kasih Palestina  akan membahas sedikit mengenai sejarah Yahudi di masa kepemimpinan Sultan Abdul Hamid II di Turki. Langsung saja!

Pada tahun 1874 Masehi (1291 Hijriah), kekuasaan Daulah Utsmaniyah dipegang oleh Sultan Abdul Hamid II. Ia mulai menata daulah, mengeluarkan peraturan, mendirikan parlemen dan majelis permusyawaratan, juga melibatkan bangsa Arab dalam kekuasaan, namun dominasi kekuasaan tetap berada di tangan orang-orang Turki.

Majelis perwakilan Utsmaniyah diselenggarakan pertama kali pada tahun 1867 M/1270 H. Untuk pertama kalinya juga, bangsa Arab ikut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut termasuk dua wakil Quds. Keduanya dipilih untuk ikut serta dalam parlemen Turki.

Pada tahun 1876 M/1293 H, Yahudi di Rusia diancam terusir dari tanah tersebut karena telah berusaha membunuh tsar pada masa itu, Alexander II. Sebuah kelompok pecinta Zionis kemudian berusaha mendorong Eropa, khususnya Perancis dan Inggris, untuk meminta belas kasihan Daulah Utsmaniyah yang secara geografis berdekatan dengan Rusia, agar mengizinkan Yahudi bermigrasi ke wilayah kekaisaran Utsmaniyah.

Menghadapi permintaan tersebut, juga di bawah toleransi Islam, Sultan Abdul Hamid II akhirnya mengizinkan Yahudi menempati Daulah Utsmaniyah kecuali Palestina, yang sebelumnya diizinkan untuk mereka tempati.

Baca juga: Fahri Hamzah Berterimakasih Atas Kehadiran Ulama Palestina ke Lokasi Pengungsi

Mengetahui itu, Amerika menegur sultan terkait syarat larangan Yahudi menempati Palestina. Akan tetapi, sultan menolak tuntutan duta Amerika tersebut dengan kata-kata fenomenalnya, “Aku tidak akan mengizinkan Yahudi bermukim di Palestina selama Daulah Khilafah Utsmaniyah masih tegak berdiri.”

Seiring berjalannya waktu, sedikit demi sedikit Yahudi mulai mendekat ke Palestina. Awalnya, tahun 1882 M/1299 H mereka diizinkan berziarah ke tempat-tempat suci di Palestina oleh sultan, bukan untuk bermukim di sana. Karena adanya penindasan yang dialami Yahudi di beberapa negara Eropa, akhirnya ada sekolompok Yahudi yang bermigrasi ke Palestina Utara dan untuk pertama kalinya mendirikan otonomi di sana. Langkah Yahudi ini dilakukan secara diam-diam.

 Itulah sepenggal sejarah mengenai Yahudi pada masa Daulah Utsmaniyah, yang dilansir dari buku Ensiklopedia Palestina Bergambar karya Dr. Thariq As-Suwaidan. Selengkapnya dapat dibaca langsung dari sumber, atau mencari sumber referensi lain. Semoga bermanfaat! (kimikim/kasihpalestina)

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lanjutan): 08123 2011 55