Nablus, Kota Berusia Ratusan Tahun di Tepi BaratArtikel

Nablus, Kota Berusia Ratusan Tahun di Tepi Barat

 

 Nablus, Kota Berusia Ratusan Tahun di Tepi Barat

Keterangan foto: Kota Nablus, Tepi Barat, Palestina. (Sumber. Sahabat Al-Aqsha)

Kasihpalestina.com – Di kota Nablus, Tepi Barat, terdapat sebuah masjid yang sudah ada bahkan semenjak zaman Shalahudin Al-Ayyubi. Selain itu, Nablus juga memiliki sejarah panjang dan potret-potret indah untuk dibahas.

Hingga hari ini, dinding-dinding Kota Tua di Nablus, sebelah utara Tepi Barat, masih terus dipelihara keasliannya, walaupun Israel tidak pernah berhenti untuk menghancurkan. Keaslian daerah itu juga masih terjaga, memiliki perpaduan keindahan sejarah dan keotentikan.

Dari arah timur Kota Tua, terdapat gerbang bangunan lama yakni Jami’ Al-Kabir. Pada abad kedua bangunan itu merupakan sebuah Basilika Romawi, kemudian pada abad keempat berubah menjadi Gereja Bizantium, dan pada masa perang Salib terjadi perluasan ke arah timur (1167 M).

Setelah Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskan Nablus dari penguasaan serdadu Salibis, Muslimin mengubah bangunan tersebut menjadi sebuah masjid dengan nama “Shalahuddin Al-Ayyubi”. Kemudian, dibangunlah beranda-beranda, menara-menara, juga mihrab-mihrab di bagian selatan.

Saat ini, Jami’ Al-Kabir menjadi masjid terbesar di Nablus. Luasnya memanjang dari Kota Tua sebelah selatan, melewati pasar Al-Basal hingga ke desa Qashbah di sebelah timur.

Nablus, Kota Berusia Ratusan Tahun di Tepi Barat

Sumber. Green Olive

Nablus, Kota Berusia Ratusan Tahun di Tepi Barat

Sumber. CES-MED

Nablus, Kota Berusia Ratusan Tahun di Tepi Barat

Sumber. Planet Ware

Nablus, Kota Berusia Ratusan Tahun di Tepi Barat

Sumber. Travel Palestine

 

Salah satu warga kota Nablus, Al-Haj Ahmad Husain (93), mengatakan bahwa dirinya tidak sanggup tinggal jauh dari kota itu, terlebih daerah Yasmin yang ia tinggali sejak kecil. Menurut Husain, pasar-pasar dan desa-desa di kota itu mirip sekali dengan ibu kota Suriah, Damaskus. Warga menjuluki Nablus dengan “Mini Damaskus”. Husain menjelaskan bahwa nama-nama desa di kota itu sedikit terdengar asing, seperti El ‘Ath’uth, Habsyah Dam, desa Qayun dan masih banyak lagi. Dikatakan, nama-nama tersebut dikarenakan setiap desa memiliki kisahnya sendiri.

Di suduh lain kota, di Bab As-Sahah, seorang pemilik rumah makan spesial masakan bakar, Imad Halawah (75), bersikeras menolak meninggalkan kota yang sudah berusia ratusan tahun tersebut. Imad merasa bertanggung jawab untuk tetap bertahan dan menjaga sejarah kota.

Saat ini, Kota Tua di Nablus mencakup enam daerah utama, yaitu El Yasminah, El Qaryun, El Gharb, El Qaesariyah, El Hablah, El Aqabah, dan 97 pekarangan.

Nablus Diserang Pemukim-pemukim Israel

Keluarga-keluarga lokal dari desa Einabus, bagian selatan Tepi Barat distrik Nablus, pada Senin (27/8) kemarin diserang oleh para pemukim Israel di bagian utara desa tersebut, ucap seorang aktivis setempat.

Baca juga: 80 PEMUKIM ILEGAL ISRAEL SERBU KOMPLEKS MASJID AL-AQSHA

Ghassan Daghles yang mengawasi aktivitas di permukiman Israel di Tepi Barat bagian utara, mengatakan  bahwa sekelompok pemukim datang dari permukiman ilegal Israel terdekat di Yitzhar. Mereka menyerbu bagian utara desa Einabus dan mencoba menyerang rumah warga lokal di hadapan tentara Israel, tetapi warga berhasil mematahkan serangan tersebut.

Menurut laporan, tentara Israel ikut campur hanya untuk melindungi para pemukim dan menahan salah satu warga desa. Identitas para warga masid belum diketahui sampai saat ini. (kimikim/kasihpalestina)

Sumber. Sahabatalaqsha.com, English.wafa.ps

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lebih lanjut): 08123 2011 55