Mesir Izinkan Gas Domestik Masuk ke Wilayah Pemblokadean GazaBerita

Mesir Izinkan Gas Domestik Masuk ke Wilayah Pemblokadean Gaza

 

 Mesir Izinkan Gas Domestik Masuk ke Wilayah Pemblokadean Gaza

Sumber foto. Anadolu Agency

Kasihpalestina.com – Mesir telah mengizinkan pengiriman gas domestik ke wilayah pemblokadean Jalur Gaza untuk pertama kalinya, menurut pihak resmi Palestina pada Minggu (5/8).

“Sekitar 250 ton gas domestik telah diizinkan masuk ke Gaza,” ucap Khalil Shakfa, kepala Otoritas Umum untuk Minyak Bumi.

Dilansir dari laman Anadolu Agency, langkah tersebut dilakukan sebagai percobaan sebelum mengizinkan gas domestik masuk ke Gaza untuk sehari-hari.

Ia mengatakan bahwa pengiriman gas diizinkan masuk ke perbatasan Rafah, yang berada di antara Gaza dan Semenanjung Sinai, Mesir.

Israel telah menutup gerbang perbatasan Kerem Shalom, akses utama dan satu-satunya untuk perdagangan. Hal tersebut dilakukan sebagai hukuman atas penerbangan balon dibakar oleh aktivis Palestina dari perbatasan ke Israel, melarang seluruh pengiriman kecuali makanan dan obat-obatan.

Sejak 2007, Jalur Gaza telah merintih di bawah blokade Israel yang melemahkan, yang terus mencabut banyak barang kebutuhan dari masyarakatnya, termasuk makanan, bahan bakar, obat-obatan dan bahan bangunan.

AS Paksa Yordania Cabut Status Pengungsi Palestina di Sana

Jared Kushner, Penasihat Senior Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sekaligus menantunya, menyatakan telah menekan Yordania untuk menghilangkan status jutaan pengungsi Palestina, dengan maksud mengacaukan kinerja lembaga PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Melansir dari Presstv.com, majalah Amerika Foreign Policy telah memperoleh surat elektronik yang ditulis Kushner untuk pejabat-pejabat senior AS, menyinggung perihal UNRWA tersebut.

Salah satu surel tersebut bertanggal 11 Januari, lima hari sebelum pemerintah AS memotong dana bantuan untuk UNRWA sebesar USD 125 juta.

“Sangat penting untuk memiliki upaya yang tulus dan jujur untuk mengacaukan UNRWA,” Kushner menulis dalam suratnya. “(Lembaga) yang mengekalkan status quo ini bersifat korup, tidak berdaya guna dan tidak membantu perdamaian.”

Baca juga: Warga Gaza Adakan Pameran Barang-barang yang Dilarang Masuk oleh Israel

“Tujuan kami tidaklah dapat menjaga semuanya tetap stabil dan apa adanya… Kadang-kadnag anda harus secara strategis mengambil risiko menghancurkan beberapa hal agar dapat tiba di sana,” tambahnya.

Sementara itu, lembaga UNRWA di Palestina, khususnya di Gaza, telah mempekerjakan begitu banyak warga Palestina di sana. Ketika UNRWA mengalami krisis dan memberhentikan banyak pekerjanya, warga Gaza kembali menjadi pengangguran dan tak tahu harus mencari pekerjaan di mana. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lanjutan): 08123 2011 55

Ramadan Bersatu untuk Palestina - Kasih PalestinaBerita

Ramadan Menyatukan Kita