Masa Sebelum Masehi di Kota Baitul MaqdisAl-Aqsha

Masa Sebelum Masehi di Kota Baitul Maqdis

Masa Sebelum Masehi di Kota Baitul Maqdis

Keterangan foto: Baitul Maqdis (Yerusalem). (Sumber. Google)

Kasihpalestina.com – Akhir pekan ini akan dibahas secara singkat mengenai sejarah kota Baitul Maqdis (Al-Quds) pada masa sebelum masehi. Dilansir dari Aqsainstitute.org, Peneliti International Aqsa Institute (IAI) Abu Hasan Mubarok mengalihbahasakan materi mengenai sejarah tersebut, yang ditulis oleh Dr. Hani Sulaiman.

Kota Yerusalem (Al-Quds) awal mulanya bernama “Ursalim”, yang bermakna “Kota Kedamaian” atau “Kota yang Damai”. Sementara itu, menurut bangsa Kan’an, artinya adalah Tuhan yang menjaga. Bangsa Kan’an adalah penghuni pertama kota tersebut, lebih dari 2500 tahun sebelum masehi. Kota Yerusalem juga disebut dengan Kota Yabus, dinisbatkan kepada Bangsa Yabus yang merupakan klan dari Bangsa Arab Kan’an.

Bagi Bani Israil, kota tersebut dinamai dengan “Ursyalem”, tatkala mereka datang dari Mesir ke Palestina pada tahun 1200 SM, diambil dari kata “Ursalim”. Dari penyebutan itulah kemudian muncul Bahasa Latin dengan sebutan “Jerussalem”. Sementara Bangsa Romawi menyebutnya dengan nama “Ilia Kapitolina” atau disingkat menjadi “Ilia”.  Pada abad pertengahan, Al-Quds disebut dengan nama Baitul Maqdis, karena kota tersebut banyak dipenuhi situs-situs yang disucikan oleh agama-agama. Dari situlah awal mula penyebutan Al-Quds.

Pada tahun 1000 SM, Nabi Dawud a.s menjadikan kota Al-Quds sebagai ibu kota kerajaan, yang kemudian dilanjutkan oleh putranya yakni Nabi Sulaiman a.s sampai meninggalnya pada tahun 931 SM. Sepeninggal Nabi Sulaiman a.s, kota itu dibagi menjadi dua bagian: utara dan selatan. Bagian utara disebut sebagai Kerajaan Israel dengan ibu kotanya Nablus atau Samira, sedangkan bagian selatan disebut dengan Kerajaan ibu kotanya Al-Quds.

Baca juga: ISRAEL KEMBALI BUKA AL-AQSHA SETELAH PENUTUPAN BEBERAPA JAM

Pada tahun 722 SM, Bangsa Asyuriyah menghancurkan Kerajaan Israel yang berada di bagian utara dan mengusir seluruh penduduknya. Kemudian pada tahun 587 SM, Raja Babilonia Nebukatnezar II menjajah dan menghancurkan kota Al-Quds serta memboyong tawanan Yahudi ke Babilonia (Iraq sekarang). Dalam sejarah Bangsa Yahudi, peristiwa tersebut dikenal dengan “Penyanderaan Babilonia”.

Setelah Bangsa Persia mengalahkan Babilonia pada tahun 538 SM, Raja Persia Qursy mengizinkan para tawanan kembali ke Al-Quds. Sejak saat itu, Palestina dan Al-Quds berada di bawah kekuasaan Persia.

Tahun 333 SM, Alexander The Great menjajah Palestina dan Al-Quds  yang akhirnya jatuh ke tangan kerajaan Yunani. Kemudian pada tahun 63 SM, dijajah kembali oleh Romawi dan akhirnya jatuh ke tangan Romawi. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lebih lanjut): 08123 2011 55