Indonesia Tanda Tangani Kerja Sama untuk Lakukan Impor dari PalestinaBerita

Indonesia Tanda Tangani Kerja Sama untuk Lakukan Impor dari Palestina

Indonesia Tanda Tangani Kerja Sama untuk Lakukan Impor dari Palestina
Keterangan Gambar : Indonesia Tanda Tangani Kerja Sama untuk Lakukan Impor dari Palestina. Sumber. Alaraby.co.uk/english

Kasihpalestina.com – Palestina menandatangani sebuah perjanjian dengan Indonesia yang akan mengizinkan masuknya kurma dan minyak zaitun Palestina ke Indonesia, bebas dari pajak. Dilansir dari Alaraby.co.uk/english, kabar tersebut disampaikan oleh  pihak diplomatik di Jakarta belum lama ini.

Duta besar Palestina untuk Indonesia Zuheir Alshin mengatakan, menteri perdagangan Indonesia meminta darinya daftar produk-produk buatan Palestina yang dapat diimpor ke Indonesia tanpa pajak. Alshin menambahkan bahwa perjanjian tersebut berpotensi menunjuk pada perjanjian perdagangan yang lebih besar antara dua negara.

Indonesia tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel dan merupakan pendukung kuat hak-hak Palestina. Pada bulan Desember lalu ketika Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memutuskan untuk mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai ibu kota Israel, ribuan warga Indonesia turun ke jalan untuk memprotes keputusan tersebut. Para demonstran menghentikan lalu lintas dan meneriakkan “Bebaskan Palestina” dan  “Yerusalem adalah ibu kota  Palestina”.

Angka Kemiskinan Naik Akibat Pemotongan Dana

Warga Palestina harus menghadapi kemerosotan ekonomi, setelah Trump memutuskan memotong dana bantuan kepada lembaga PBB untuk para pengungsi Palestina (UNRWA) pada bulan Januari lalu.

Pemotongan dana tersebut menyebabkan UNRWA harus mengalami krisis keuangan yang paling buruk, sesudah itu UNRWA harus memberhentikan puluhan guru di Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Selain itu, sekitar 100 pekerja di 13 barak pengungsi di Yordania, juga terkena dampak yang sama.

Baca juga: Direktur KP: Pengungsi Palestina Apresiasi Kedatangan Saudara-saudara dari Indonesia

“Amerika Serikat (AS) telah mengumumkan akan berkontribusi dengan USD 60 juta untuk dana anggaran program. Untuk saat ini, tidak ada indikasi lain tentang kemungkinan pendanaan,” ucap Chris Gunness, juru bicara UNRWA.

“Kontribusi yang berkurang secara dramatis ini menyebabkan krisis pendanaan paling parah di sepanjang sejarah lembaga UNRWA.” (kimikim/kasihpalestina)

 

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lebih lanjut): 08123 2011 55