Keterangan Gambar : Bagaimana Hukum Potong Rambut dan Kuku Ketika Hendak Berkurban. Sumber. Google (ilustrasi)Artikel

Bagaimana Hukum Potong Rambut dan Kuku Ketika Hendak Berkurban?

Bagaimana Hukum Potong Rambut dan Kuku Ketika Hendak Berkurban

Keterangan Gambar : Bagaimana Hukum Potong Rambut dan Kuku Ketika Hendak Berkurban. Sumber. Google (ilustrasi)

Kasihpalestina.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha dan memasuki bulan Dzulhijjah, Kasih Palestina akan sedikit memberikan informasi terkait larangan memotong rambut dan kuku, bagi mereka yang akan berkurban. Sebenarnya, bagaimana penjelasan lengkapnya dalam Islam?

Dilansir dari Rumaysho.com, Komisi Fatwa di Saudi Arabia Al-Lajnah Ad Da-imah pernah ditanya mengenai hadis larangan memotong kuku dan rambut bagi mereka yang akan berkurban. Apakah larangan tersebut bersifat umum untuk seluruh anggota keluarga (yang diniatkan dalam pahala kurban), baik dewasa maupun anak-anak? Ataukah hanya berlaku bagi yang sudah dewasa saja?

Pihak komisi fatwa kemudian menjelaskan bahwa mereka tidak mengetahui lafaz hadis sebagaimana pertanyaan tersebut. Lafaz yang mereka tahu sebagaimana sahih dari Nabi Muhammad Saw diriwayatkan oleh Al-Jama’ah kecuali Al-Bukhari yaitu dari Ummu Salamah ra,

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzulhijjah (maksudnya telah memasuki satu Dzulhijjah, pen) dan kalian ingin berkurban, maka hendaklah sahibul kurban membiarkan (artinya tidak memotong) rambut dan kukunya.” (HR. Muslim no. 1977.)

http://kasihpalestina.com/2018/08/10/indonesia-tanda-tangani-kerja-sama-untuk-lakukan-impor-dari-palestina/

Keterangan Gambar : Bagaimana Hukum Potong Rambut dan Kuku Ketika Hendak Berkurban. Sumber. Google (ilustrasi)

Hadis tersebut secara jelas dikhususkan bagi orang yang ingin berkurban, adapun bagi anggota keluarga yang diikutkan dalam pahala kurban, baik belum ataupun sudah dewasa, maka mereka tidak terlarang memotong baik bulu, rambut ataupun kuku. Selain mereka yang berniat berkurban dihukumi sebagaimana hukum asal yakni diperbolehkan.

Fatwa tersebut ditandatangani oleh Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz sebagai ketua, Syekh ‘Abdur Razaq ‘Afifi sebagai wakil ketua, Syekh ‘Abdullah bin Mani’ dan Syekh ‘Abdullah bin Ghadyan sebagai anggota. [Diambil dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal lIfta’, soal ketiga dari Fatwa no. 1407, 11/426-427, Darul Ifta’]

Baca juga: Indonesia Tanda Tangani Kerja Sama untuk Lakukan Impor dari Palestina

Itulah penjelasan singkat mengenai larangan memotong kuku dan rambut, bagi mereka yang akan melaksanakan kurban. Penjelasan lebih rinci dapat ditemukan pada sumber asli atau sumber-sumber referensi lainnya. Semoga bermanfaat. (kimikim/kasihpalestina)

Rekening Donasi: BSM 1001 2016 2 6 (a.n Kasih Palestina)
Call Center (konfirmasi pengiriman & informasi lebih lanjut): 08123 2011 55